Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menyerahkan penghargaan Tokoh Kebudayaan dalam ajang Malam Anugerah PIKI Awards 2026. Penghargaan bergengsi tersebut diberikan kepada Bambang Noorsena yang dikenal luas sebagai teolog, filolog, dan sejarawan Indonesia.
Karena Bambang sedang berada di luar negeri, apresiasi ini diterima oleh Stephanus Aswar sebagai perwakilan. Bambang Noorsena sendiri merupakan pendiri Institute for Syriac Culture Studies atau ISCS.
Ribka menyampaikan kebudayaan adalah bagian penting dari identitas bangsa yang menyimpan ingatan kolektif dan bahasa. Kebudayaan juga memuat nilai-nilai luhur yang terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Pelestarian budaya menjadi upaya vital untuk menjaga jati diri bangsa sekaligus memperkuat pemahaman sejarah bersama.
"Merawat budaya berarti merawat akar, agar kita tahu dari mana kita berasal dan ke mana kita melangkah bersama," ujar Ribka pada keterangan tertuilsnya, Senin (26/10/2026).
Ia menyebut penghargaan Tokoh Kebudayaan sangat layak diberikan kepada sosok yang sukses memperkaya khazanah peradaban melalui kajian dan tulisan.
Tokoh tersebut juga dinilai berhasil membangun jembatan pemahaman yang erat antarumat beragama maupun antarbudaya. Ribka menegaskan bahwa sosok penerima penghargaan ini telah terbukti menjadi teladan dan dihargai oleh banyak orang.
Ajang PIKI Awards sendiri merupakan bentuk apresiasi terhadap kiprah tokoh yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Maruarar Sirait menyampaikan bahwa ajang ini diselenggarakan untuk menghadirkan keteladanan. Menurutnya, menjadi seorang tokoh membutuhkan perjuangan panjang dan pengorbanan yang tak tergantikan oleh sekadar pidato.
"Kita sangat bersyukur ada tokoh pejuang antikorupsi, pendidikan, lingkungan, yang semoga lahir ke depan tokoh-tokoh seperti itu," tuturnya.
Maruarar juga menegaskan bahwa PIKI merupakan organisasi inklusif yang terbuka bagi berbagai kalangan dan profesi. Ia mengajak para intelektual, dosen, aktivis, pengusaha, hingga pendeta untuk bersama-sama membangun organisasi dengan prinsip saling menghargai.
Ia berharap organisasi ini bisa semakin berdampak dan menjadi penerang di tengah kehidupan bermasyarakat.
Selain Tokoh Kebudayaan, ajang ini turut menganugerahkan penghargaan kepada sejumlah figur inspiratif lainnya. Penghargaan tersebut diberikan kepada Abidin Wakano sebagai Tokoh Toleransi, Carina Citra Dewi Joe sebagai Tokoh Riset dan Inovasi, serta Lie Agustinus Dharmawan sebagai Tokoh Kesehatan.
Tak ketinggalan, ada pula penghargaan untuk Saptoyo sebagai Tokoh Lingkungan Hidup, Gusti Ngurah Anom sebagai Tokoh Pemberdayaan UMKM, dan Saur Marlina Manurung sebagai Tokoh Pendidikan.
Apresiasi Yayasan Filantropi pada ajang ini diserahkan kepada Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Sementara itu, apresiasi Penggiat Kebebasan Beribadah diberikan kepada Gugun Gumilar. Terakhir, penghargaan khusus Tokoh Pegiat Antikorupsi dianugerahkan kepada almarhum Artidjo Alkostar.
(anl/ega)






Komentar (0)