Ditopang Bisnis Bahan Kimia, Ancora (OKAS) Balik Rugi Jadi Laba USD2,45 Juta hingga Kuartal III

idxchannel.com
8 jam lalu
Cover Berita

Laba tersebut berbalik dari kerugian sebesar USD5,01 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Ditopang Bisnis Bahan Kimia, Ancora (OKAS) Balik Rugi Jadi Laba USD2,45 Juta hingga Kuartal III (Foto: dok OKAS)

IDXChannel - PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) mencatatkan laba bersih USD2,45 juta hingga kuartal III-2026.

Laba tersebut berbalik dari kerugian sebesar USD5,01 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja positif ini ditopang oleh pendapatan perseroan  yang stabil di USD121,49 juta,

"Ancora menutup kuartal III-2026 dengan perbaikan kinerja yang cukup baik. Perseroan membukukan pendapatan sebesar USD121,49 juta untuk periode sembilan bulan pertama 2026, stabil dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," ujar Direktur Utama Ancora Indonesia Ratno Ale Paskalis Hendrawan dalam keterbukaan informasi BEI, Senin (26/10/2026).

Ratno menyebut, pendapatan secara kuartalan naik 14 persen dibanding sebelumnya. Di mana bisnis bahan kimia dan bahan peledak untuk
Pertambangan menyumbang 96 persen dari total pendapatan konsolidasian.

Laba bruto hingga September tercatat sebesar USD30,92 juta didorong oleh kinerja lini usaha manufaktur dan perdagangan pada bisnis bahan kimia dan bahan peledak untuk pertambangan. 

"Secara keseluruhan, margin laba bruto mencapai 25 persen dari pendapatan, dan EBITDA perseroan dalam sembilan bulan pertama mencapai USD19,32 juta, atau naik 27 persen secara kuartalan," katanya.

Ratno menambahkan, bisnis jasa eksplosif perseroan telah mengantongi dua kontrak baru eksplosif tambang terbuka dengan nilai total sekitar USD60 juta hingga 2029. 

Kontrak pertama senilai USD11 juta berlokasi di Kalimantan Timur, sedangkan kontrak kedua senilai USD49 juta yang dijalankan bersama kontraktor jasa pertambangan besar.

Di segmen tambang underground, perseroan memperoleh kontrak baru eksplosif dengan perusahaan tambang non-batubara senilai USD7 juta per tahun. 

"Perolehan sejumlah kontrak peledakan jangka panjang baru serta rencana komersialisasi pabrik booster yang akan melayani pasar domestik maupun internasional, mendorong integrasi vertikal lebih lanjut dan memberikan visibilitas pertumbuhan pendapatan yang jelas bagi Ancora dalam jangka menengah," tutur dia.

Per 30 September 2026, total aset perseroan tercatat USD158,82 juta, dengan jumlah liabilitas USD96,40 juta dan ekuitas sebesar USD62,43 juta.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
KPK Usul Perampasan Aset Pejabat yang Tak Dilaporkan dalam LHKPN
• 12 jam lalu
0
thumb
Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai, Petugas Wajib Pakai Bodycam
• 15 jam lalu
0
thumb
RI Gencar Transaksi Global Tanpa Dolar AS, Akhir 2026 Tembus Rp998 T
• 9 jam lalu
0
thumb
Gerakan Mahasiswa Serbia Menang Pemilu! Tumbangkan Rezim Partai Penguasa
• 9 jam lalu
0
thumb
Diguyur Hujan Dua Hari, Kebakaran di TN Berbak Jambi Masuk Tahap Pendinginan
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.