Tito Usul Ada Subsidi Listrik Sampai BBM Jelang Nataru, Ada Apa?

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Dok Kementerian Dalam Negeri

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengusulkan sejumlah insentif dan subsidi untuk mengantisipasi kenaikan inflasi menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Usulan tersebut mencakup subsidi listrik, bahan bakar minyak (BBM), hingga angkutan udara.

Tito menyampaikan usulan itu dalam rapat koordinasi terbatas (Rakortas) bersama sejumlah menteri dan pimpinan lembaga di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (26/10/2026).

Baca: Konsumsi BBM Pertalite Melonjak, Bahlil Isyaratkan Tambah Kuota

Menurutnya, peningkatan mobilitas masyarakat selama libur akhir tahun berpotensi mendorong permintaan dan harga sejumlah komoditas. Ia pun mengingatkan pemerintah perlu mengantisipasi tekanan inflasi agar tidak melampaui sasaran yang telah ditetapkan.


"Karena baseline di bulan Desember itu relatif cukup rendah ya, maka perlu ada semacam subsidi. Supaya jangan sampai Desember year on year (yoy) itu naik ke angka di atas 3,5%," kata Tito dalam konferensi pers.

Salah satu usulan yang disampaikan Tito adalah subsidi listrik untuk pelanggan dengan daya 1.200 watt. Ia menilai kebijakan serupa yang pernah diterapkan pemerintah dapat membantu menekan inflasi.

"Di antaranya adalah mungkin subsidi listrik, (untuk pelanggan dengan daya) 1.200 watt, itu pernah kita lakukan, dan itu langsung deflasi," ujarnya.

Selain listrik, Tito juga mengusulkan subsidi BBM dan angkutan udara. Menurutnya, kenaikan tarif transportasi udara turut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam pengendalian inflasi menjelang akhir tahun.

"Nah kemudian subsidi lain adalah subsidi mungkin BBM, suplai produksinya mungkin ditambah. Yang ketiga adalah subsidi angkutan udara. Karena angkutan udara ini cukup menyumbang kenaikan," jelas dia.

Tito juga meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengajak maskapai penerbangan untuk menjaga tarif tiket pesawat selama periode libur akhir tahun. Ia menilai kenaikan jumlah penumpang seharusnya dapat dimanfaatkan maskapai tanpa harus selalu menetapkan harga tiket pada batas tertinggi.

"Saya memohon kepada Kementerian Perhubungan, khususnya Dirjen Angkutan Udara, kalau saran saya mengumpulkan rekan-rekan airlines, ketika pada saat demand tinggi karena banyak perjalanan nanti akhir tahun ini, ya mohonlah jangan sampai mengambil harganya harga yang paling tinggi, acuan tertinggi," tutur Tito.

Ia menilai maskapai tetap berpeluang memperoleh keuntungan di tengah kenaikan jumlah penumpang, sehingga tarif tidak harus dipatok pada tingkat maksimal.

Baca: Kementerian ESDM Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU

"Nah otomatis tolong kalau bisa diturunkan. Untung, untung kan tetap ada. Tapi jangan mengambil keuntungan maksimal. Supaya tidak berpengaruh kepada inflasi," ucapnya.

Tito menambahkan, pengendalian inflasi menjelang Nataru juga perlu didukung penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial serta operasi pasar yang dilakukan pemerintah daerah bersama Badan Pangan Nasional dan Perum Bulog. Seluruh usulan subsidi tersebut masih akan dibahas lebih lanjut oleh pemerintah dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto.


(wur)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Mendagri Ungkap Cara Baru Atasi Karhutla di Sumatera-Kalimantan

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Dairi Sumut
• 2 jam lalu
0
thumb
Dino Patti Djalal: MSCI Berbeda dengan IMF, Tak Bisa Dipengaruhi Kepentingan Politik Pemerintah
• 23 jam lalu
0
thumb
Komisi III DPR Percepat Pembahasan RUU Perampasan Aset, Target Disahkan 15 Desember
• 4 jam lalu
0
thumb
Karhutla di Sumsel dan Kalteng Masih Tinggi, BMKG Gencarkan OMC dan Penyebaran Dry Ice
• 1 jam lalu
0
thumb
IPW Nilai Mutasi Besar-besaran Kapolri sebagai Regrouping yang Sehaluan
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.