Bukan Cuma Pengusir Kantuk, Ini 3 Manfaat Kopi untuk Mental

celebesmedia.id
2 jam lalu
Cover Berita

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Kopi bukan sekadar minuman untuk mengusir kantuk. Sejumlah penelitian internasional menunjukkan bahwa konsumsi kopi berkaitan dengan suasana hati yang lebih baik, penurunan risiko gejala depresi, serta peningkatan konsentrasi.

Kebiasaan minum kopi ternyata memiliki kaitan dengan kesehatan mental. Kandungan kafein dan senyawa antioksidan di dalamnya menjadi perhatian para peneliti karena berpotensi mendukung fungsi otak dan suasana hati.

Melansir laman Harvard T.H. Chan School of Public Health melalui artikel The Nutrition Source: Coffee, kafein dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan perhatian, sementara senyawa polifenol dalam kopi berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan saraf. Meski demikian, efek kopi terhadap setiap orang bisa berbeda, terutama pada mereka yang sensitif terhadap kafein.

Lantas, apa saja manfaat kopi bagi kesehatan mental yang didukung penelitian ilmiah?

1. Membantu Memperbaiki Suasana Hati

Salah satu manfaat kopi yang paling mudah dirasakan adalah meningkatnya kewaspadaan dan suasana hati setelah mengonsumsinya. Kafein bekerja dengan memengaruhi sistem saraf pusat sehingga seseorang dapat merasa lebih terjaga dan tidak mudah mengantuk.

Menurut penjelasan Harvard Health Publishing dalam artikel tentang perbandingan kopi dan teh, kafein berpotensi meningkatkan suasana hati. Efek ini dapat membantu seseorang merasa lebih siap menjalani aktivitas sehari-hari, terutama ketika tubuh sedang lelah.

Namun, perubahan suasana hati tersebut tidak selalu terjadi pada setiap orang. Konsumsi kafein berlebihan justru dapat memicu kegelisahan, rasa gelisah berlebihan, hingga gangguan tidur yang pada akhirnya memengaruhi kondisi emosional.

2. Berpotensi Berkaitan dengan Risiko Depresi yang Lebih Rendah

Kopi juga menarik perhatian peneliti karena hubungannya dengan gejala depresi. Sejumlah penelitian observasional menemukan bahwa orang yang mengonsumsi kopi memiliki kecenderungan mengalami gejala depresi lebih rendah dibandingkan kelompok dengan konsumsi yang lebih sedikit.

Mengutip hasil tinjauan sistematis dan meta-analisis yang dipublikasikan dalam Jurnal Nutrients pada 2023, peneliti menganalisis 29 studi dengan total 422.586 peserta. Hasilnya menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi kopi dan risiko gejala depresi yang lebih rendah.

Temuan tersebut mendukung dugaan bahwa kebiasaan minum kopi mungkin berkaitan dengan kondisi kesehatan mental yang lebih baik. Kandungan kafein dan senyawa bioaktif dalam kopi menjadi beberapa faktor yang perlu diteliti lebih lanjut.

Meski demikian, hubungan tersebut tidak membuktikan bahwa kopi secara langsung mencegah atau menyembuhkan depresi. Kondisi mental seseorang juga dipengaruhi faktor genetik, lingkungan, kualitas tidur, aktivitas fisik, serta kebiasaan hidup lainnya.

3. Membantu Menjaga Konsentrasi dan Fungsi Kognitif

Manfaat berikutnya berkaitan dengan kemampuan otak untuk mempertahankan perhatian dan memproses informasi. Kafein dapat membantu meningkatkan kewaspadaan sehingga aktivitas yang membutuhkan konsentrasi terasa lebih mudah dilakukan.

Menurut laporan Harvard Health Publishing pada Februari 2026, sebuah penelitian terhadap lebih dari 131.000 peserta menemukan bahwa konsumsi kopi berkafein yang lebih tinggi berkaitan dengan risiko demensia yang lebih rendah. Kelompok dengan konsumsi tertinggi memiliki risiko sekitar 18 persen lebih rendah dibandingkan kelompok yang mengonsumsi sedikit atau tidak minum kopi berkafein.

Penelitian tersebut juga menemukan hubungan dengan penurunan kognitif subjektif yang lebih rendah. Perbedaan paling menonjol terlihat pada kelompok yang mengonsumsi sekitar dua hingga tiga cangkir kopi berkafein per hari.

Namun, penelitian ini bersifat observasional sehingga belum dapat memastikan bahwa kopi menjadi penyebab langsung dari hasil tersebut. Selain itu, kesehatan kognitif merupakan bagian dari kesehatan otak dan tidak sama persis dengan kondisi kesehatan mental secara keseluruhan.

Cara Minum Kopi agar Tetap Mendukung Kesehatan Mental

Walaupun berpotensi memberikan manfaat, konsumsi kopi tetap perlu disesuaikan dengan toleransi tubuh. Terlalu banyak kafein dapat menimbulkan efek yang berlawanan, seperti kecemasan, jantung berdebar, dan sulit tidur.

Harvard Health Publishing menjelaskan bahwa asupan kafein hingga 400 miligram per hari umumnya dianggap aman bagi kebanyakan orang dewasa sehat. Namun, batas tersebut bukan target yang harus dicapai semua orang karena kandungan kafein dalam setiap sajian kopi berbeda-beda.

Agar kebiasaan minum kopi lebih seimbang, berikut beberapa hal yang dapat diperhatikan:

Sumber: Harvard Health Publishing/ Jurnal Nutrients



Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Banjir dan Longsor Terjang Aceh Selatan, 4 Desa Terendam, Jalan Nasional Terdampak
• 19 jam lalu
0
thumb
Bobotoh Tewas Bersimbah Darah Usai Nonton Laga Persib vs Garudayaksa di Bogor, Polisi Turun Tangan
• 3 jam lalu
0
thumb
Singgah Sejenak Mencecap Keramahtamahan Kampung Bena di Ngada
• 8 jam lalu
0
thumb
Daftar Lengkap Kapolda di Pulau Sumatera setelah Mutasi Polri 10 Oktober 2026
• 22 jam lalu
0
thumb
Bursa Transfer Liverpool: Julian Ward Siap Datangkan Winger Generasi Emas ke Anfield, Talenta 17 Tahun Dortmund Jadi Incaran
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.