Pramono Anung Temui Menteri Keuangan, Bahas Rencana Jakarta Terbitkan Obligasi Daerah

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo berencana menemui Menteri Keuangan Suahasil Nazara pada Senin, 26 Oktober 2026, untuk membahas rencana penerbitan obligasi daerah Jakarta. Rencana tersebut masih menunggu persetujuan pemerintah pusat sebelum dapat direalisasikan.

Pramono mengatakan, pertemuan dengan Menteri Keuangan menjadi bagian dari koordinasi pemerintah daerah terkait rencana pembiayaan melalui penerbitan obligasi.

Baca Juga :
Pencari Kerja di Jakarta Bisa Dapat Kartu Transportasi Gratis, Ini Kriteria Penerima dan Syarat Mendapatkannya
Pramono Resmikan Gereja Masehi Adevent usai Tertunda Izin 25 Tahun

“Untuk obligasi, hari ini memang ada rencana saya untuk bertemu dengan Menteri Keuangan,” kata Pramono saat ditemui di Puskesmas Taman Sari, Jakarta Barat, Senin, 26 Oktober 2026.

Menurut Pramono, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih menunggu persetujuan penuh dari pemerintah pusat. Karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan sejumlah kementerian untuk membahas rencana penerbitan instrumen pembiayaan tersebut.

Kementerian yang akan dilibatkan meliputi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas), serta Kementerian Keuangan.

Penerbitan Obligasi Jakarta Masih Tunggu Persetujuan Pusat

Pramono menjelaskan, salah satu pertimbangan pemerintah pusat dalam memberikan persetujuan penerbitan obligasi daerah adalah kemampuan keuangan masing-masing pemerintah daerah.

Menurut dia, tidak semua daerah memiliki kapasitas anggaran yang memadai untuk menerbitkan obligasi. Karena itu, rencana penerbitan instrumen tersebut perlu mempertimbangkan kondisi keuangan daerah agar tidak menimbulkan persoalan dalam pengelolaan anggaran.

Pramono menilai kondisi keuangan DKI Jakarta memiliki karakteristik berbeda dibandingkan sejumlah daerah lainnya. Ia menyebut pengelolaan anggaran Jakarta telah dilakukan secara tertib dan rapi sehingga obligasi daerah berpotensi menjadi instrumen penguatan pembiayaan pemerintah provinsi.

“Kalau bagi DKI, mohon maaf bukan menyombongkan diri, karena budget-nya, anggarannya sudah terkelola secara tertib dan rapi, obligasi ini bisa menjadi penguat bagi Pemerintah DKI Jakarta,” ujar Pramono.

Meski demikian, ia memahami bahwa pemerintah pusat perlu mempertimbangkan kemampuan fiskal setiap daerah sebelum memberikan persetujuan.

Pramono mengatakan, penerbitan obligasi tidak seharusnya menjadi cara bagi pemerintah daerah untuk memperoleh tambahan anggaran apabila kemampuan keuangan daerah tersebut belum memadai untuk memenuhi kewajiban pembiayaannya.

“Mungkin bagi beberapa daerah provinsi lain, obligasi ini jangan sampai kemudian digunakan untuk mendapatkan budget atau creative financing, tetapi anggarannya sendiri tidak mampu untuk melakukan penutupan itu,” ungkapnya.

Baca Juga :
Puluhan Ribu Warga Asing Nonton Kanye West di GBK, Pramono: Makroekonomi Jakarta Sedang Baik-baik Saja
Viral Pelari JRF Terobos COP, Pramono Beri Jawaban Berkelas
Pemprov DKI Targetkan Hujan Turun Sabtu, Modifikasi Cuaca Disiapkan Jelang Dua Acara Besar Minggu

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ade Armando: Gibran Enggak Kepingnin-Kepingin Banget Jadi Wapres, yang Minta Prabowo
• 7 jam lalu
0
thumb
Ekspor RI Tembus USD193 Miliar, Kemendag Fokus Jalankan Tiga Program Prioritas
• 8 jam lalu
0
thumb
Karhutla Melanda Pulau Jawa, BNPB Ungkap Titik Api
• 16 jam lalu
0
thumb
Satu Blunder Michael Carrick saat Manchester United Dibantai Bournemouth Disorot Eks Pelatih Liga Inggris
• 5 jam lalu
0
thumb
37.000 Pelari Meriahkan Jakarta Running Festival 2026, Gubernur Pramono Soroti Reputasi Global Ibu Kota 
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.