BPS Catat Harga Pangan Naik di 309 Kabupaten/Kota pada Oktober 2026, Cabai Merah dan Rawit Jadi Pemicu Utama

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Perkembangan Harga (IPH) meningkat di 309 kabupaten/kota pada minggu keempat Oktober 2026, terutama dipicu kenaikan harga cabai merah dan cabai rawit, dengan sejumlah wilayah di Sumatera Barat mencatat lonjakan tertinggi.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyampaikan temuan tersebut dalam Rapat Pengendalian Inflasi Daerah yang dipantau secara daring dari Jakarta, Senin (26/10/2026).

Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, mencatat kenaikan IPH sebesar 5,68 persen, sementara Kabupaten Sarolangun di Jambi mengalami kenaikan sebesar 5,64 persen.

BPS juga mencatat kenaikan harga sejumlah komoditas lain, termasuk beras, daging ayam ras, dan daging sapi, turut memengaruhi perkembangan IPH di berbagai daerah.

Sumatera Barat Catat Kenaikan IPH Tertinggi di Sejumlah Daerah

BPS mencatat enam kabupaten/kota di Sumatera Barat mengalami kenaikan IPH pada minggu keempat Oktober 2026.

Kabupaten Pesisir Selatan menjadi wilayah dengan kenaikan tertinggi sebesar 5,68 persen.

Kenaikan berikutnya terjadi di Kabupaten Padang Pariaman sebesar 5,47 persen dan Kabupaten Agam sebesar 4,61 persen.

Peningkatan IPH juga tercatat di wilayah Payakumbuh, Tanah Datar, dan Sawahlunto.

"Kalau kita cermati berdasarkan kelompok pulaunya, di Pulau Sumatera yang cukup banyak mengalami peningkatan kabupaten/kota, kondisi Oktober minggu keempat 2026, yaitu di Sumatera Barat," kata Ateng.

Di Provinsi Jambi, Kabupaten Sarolangun mengalami kenaikan IPH sebesar 5,64 persen, sedangkan Kabupaten Muaro Jambi naik 3,68 persen.

Jawa Timur dan Jawa Tengah Juga Mengalami Kenaikan Harga

Kenaikan IPH tidak hanya terjadi di Pulau Sumatera, tetapi juga tercatat di sejumlah wilayah Pulau Jawa.

BPS melaporkan enam kabupaten/kota di Jawa Timur mengalami peningkatan IPH.

Kabupaten Blitar mencatat kenaikan sebesar 3,04 persen, disusul Kabupaten Lamongan sebesar 2,61 persen.

Sementara itu, empat kabupaten/kota di Jawa Tengah mengalami kenaikan IPH.

Kabupaten Purbalingga menjadi salah satu wilayah yang mencatat peningkatan sebesar 2,30 persen.

Menurut Ateng, perubahan harga di sebagian besar wilayah tersebut terutama dipengaruhi komoditas cabai merah dan cabai rawit.

Di beberapa daerah, kenaikan harga daging ayam ras dan daging sapi juga memberikan pengaruh terhadap perkembangan IPH.

Tiga Provinsi Catat Kenaikan IPH di Atas 3 Persen

Berdasarkan pemantauan tingkat provinsi, BPS mencatat tiga daerah mengalami kenaikan IPH lebih dari 3 persen pada minggu keempat Oktober dibandingkan bulan sebelumnya.

Ketiga provinsi tersebut adalah Sumatera Barat, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Barat.

Sementara itu, empat provinsi mengalami kenaikan IPH pada kisaran 2 persen.

Provinsi tersebut meliputi Sulawesi Tengah, Jambi, Sulawesi Selatan, dan Maluku.

Data tersebut menunjukkan bahwa kenaikan harga pangan terjadi di berbagai wilayah Indonesia, meskipun besaran perubahannya berbeda.

Cabai Merah Picu Kenaikan IPH di 327 Kabupaten/Kota

BPS mencatat cabai merah menjadi salah satu komoditas yang paling banyak memengaruhi kenaikan IPH daerah.

Kenaikan IPH yang dipengaruhi harga cabai merah terjadi di 327 kabupaten/kota.

Sementara itu, cabai rawit menjadi komoditas yang memengaruhi kenaikan IPH di 269 kabupaten/kota.

Beras juga tercatat memengaruhi kenaikan IPH di 138 kabupaten/kota.

Jumlah daerah yang mengalami kenaikan IPH akibat komoditas beras tersebut bertambah dibandingkan minggu sebelumnya, yakni 134 kabupaten/kota.

Di sisi lain, bawang merah mencatat penurunan IPH di 187 kabupaten/kota, sedangkan bawang putih mengalami penurunan di 183 kabupaten/kota.

Kepulauan Sangihe Catat Penurunan IPH Terdalam

Di tengah kenaikan harga pangan di sejumlah daerah, BPS juga menemukan wilayah yang mengalami penurunan IPH.

Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, mencatat penurunan terdalam sebesar 5,23 persen.

Penurunan juga terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur sebesar 1,16 persen.

Sementara itu, sejumlah kabupaten di Sumatera Utara, yakni Nias Selatan, Nias Utara, dan Labuhanbatu Utara, turut mengalami penurunan IPH.

Ateng menambahkan bahwa perubahan IPH untuk komoditas beras dan minyak goreng relatif rendah pada periode pemantauan tersebut.

Namun, BPS mengingatkan bahwa tingkat harga kedua komoditas itu masih perlu mendapat perhatian dalam upaya pengendalian inflasi daerah.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca, TNI Tambah Pesawat Hercules di Kalimantan
• 9 jam lalu
0
thumb
Jadwal Tayang dan Link Live Streaming: Tiga Tim Perserikatan Main Bersamaan, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, dan PSM Makassar
• 1 jam lalu
0
thumb
Dino Patti Djalal Minta Hentikan Buzzer Serang MSCI
• 19 jam lalu
0
thumb
Resmikan Gereja di Jaktim yang Berproses 25 Tahun, Pramono Ingin Izin Rumah Ibadah Dipercepat
• 19 jam lalu
0
thumb
Pegiat Politik Persilahkan Dedi Mulyadi Hengkang dari Gerindra, Petinggi PSI Ikut Bersuara
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.