Konflik Arab Saudi dan Houthi Memanas, Serangan Udara Tewaskan Warga Yaman

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman kembali memanas setelah kedua pihak saling melancarkan serangan rudal dan udara. Eskalasi ini meningkatkan risiko perang regional sekaligus memperburuk kondisi keamanan di Yaman.

Pada Sabtu (24/10/2026), militer Arab Saudi dilaporkan melancarkan serangan udara ke sejumlah wilayah Yaman, termasuk ibu kota Sanaa dan Kota Mocha. Media yang dikelola Houthi melaporkan sejumlah korban jiwa akibat serangan yang menghantam kawasan permukiman.

Secara keseluruhan, laporan yang dikutip AFP menyebutkan sedikitnya 16 orang tewas dalam serangan Saudi. Korban dilaporkan mencakup perempuan dan anak-anak. Namun, rincian korban dan sejumlah klaim di medan perang belum dapat diverifikasi secara independen.

Kelompok Houthi kemudian mengklaim melancarkan serangan balasan ke Kota Aden, yang menjadi pusat pemerintahan Yaman yang didukung Arab Saudi. Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyatakan bahwa serangan tersebut menyasar pangkalan angkatan laut dan kamp militer yang berkaitan dengan pasukan Saudi.

Koalisi pimpinan Arab Saudi juga mengumumkan telah mencegat dua rudal yang mengarah ke Kota Taif dan Yanbu. Situasi ini menunjukkan meluasnya ancaman serangan terhadap wilayah Saudi dan sejumlah fasilitas strategis.

Ketegangan turut berdampak pada sektor penerbangan. Pada Minggu (25/10), kelompok Houthi kembali memperingatkan maskapai, pekerja bandara, dan penumpang agar tidak menggunakan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Houthi menyebut bandara tersebut sebagai target militer.

Sebelumnya, operasional bandara itu sempat dihentikan pada 10 Oktober menyusul serangan yang dilaporkan menimbulkan korban jiwa dan ratusan orang terluka. Pengelola bandara kemudian mengumumkan pengaturan ulang penggunaan terminal untuk penerbangan domestik dan internasional.

Baca Juga: AS Tarik Sebagian Staf Kedutaan dari Arab Saudi Usai Serangan Houthi

Di tengah meningkatnya pertempuran, upaya diplomatik untuk meredakan konflik belum menunjukkan kemajuan berarti. Iran telah menawarkan diri untuk memfasilitasi pembicaraan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi. Namun, hingga 20 Oktober, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan kedua pihak belum memberikan tanggapan terhadap tawaran tersebut.

Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Yaman, Hans Grundberg, sebelumnya memperingatkan bahwa negara tersebut kembali terjerumus ke dalam perang berskala penuh. Ia menekankan bahwa tekanan militer tidak dapat menggantikan proses perundingan politik untuk mengakhiri konflik.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bersiap! BMKG Prediksi Hujan di Sejumlah Wilayah Indonesia pada Senin (26/10) | KOMPAS MALAM
• 12 jam lalu
0
thumb
BEI Ubah Aturan Pengawasan, Rekening Efek Terindikasi Manipulasi Saham Akan Disuspensi
• 1 jam lalu
0
thumb
Polisi Ringkus Tiga Terduga Pelaku Narkoba di Tambora, Sita 4,38 Gram Sabu dan Buru Dua Orang DPO
• 8 jam lalu
0
thumb
Di Balik Kandang Semarang Zoo, Ada Cinta dan Pengorbanan Para Perawat Satwa
• 19 jam lalu
0
thumb
Pramono sebut polusi udara Jakarta turun setelah OMC dua hari
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.