Merawat Asa Mengembalikan Kukang ke Rimba

kompas.id
7 jam lalu
Cover Berita

Langit gelap di kawasan Curug Nangka, Desa Sukajadi, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/10/2026). Mendung pekat itu seakan tidak mau beranjak dari kaki Gunung Salak. Gulungan awan bergerak berarak rapat. Menaungi perbukitan hijau sebelum perlahan bulir-bulir hujan mulai tumpah. Butir-demi butir air mulai membasahi rimbunnya pepohonan dan menyisakan aroma tanah basah yang khas.

Di tengah cuaca sore yang awalnya kering tiba-tiba kelabu dan basah itu, denyut kehidupan di Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Satwa Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) justru semakin intens. Bagi Masruri Zakaria (42)—yang akrab dipanggil Mastur—dan rekan-rekan penjaga satwa lainnya, peralihan sore menuju malam adalah momen penting untuk memastikan kenyamanan tempat berlindung bagi puluhan satwa asuhan mereka.

Di fasilitas yang dikenal sebagai pusat rehabilitasi kukang pertama dan terbesar di Indonesia ini, Mastur dan tim medis tengah mengawasi kondisi 82 ekor kukang (Nycticebus sp.) yang ditampung. Mereka bukan sekadar satwa titipan, melainkan korban perdagangan ilegal, perburuan liar, hingga eksploitasi peliharaan. Hewan-hewan itu dipelihara untuk diselamatkan, dipulihkan insting liar dan terjaga kesehatannya sebelum kembali menempati habitat aslinya di alam bebas.

Sejak pertama kali menjejakkan kaki di YIARI pada tahun 2008, Mastur dihadapkan pada sebuah penyesuaian batin dan fisik yang tidak mudah. Ia, yang terbiasa hidup dengan siklus matahari harian, harus membalik total ritme biologisnya demi mengikuti sifat alami kukang yang merupakan satwa nokturnal.

Bagi penjaga satwa ini, awalnya memang berat. Mereka yang biasa beraktivitas siang hari harus bekerja malam. Pola hidup mereka bergeser. ”Sekarang malah sudah terbiasa. Kadang, kalau siang hari dan sedang libur, bangun pagi justru terasa sulit. Rasanya sudah seperti kukang sendiri,” tambahnya berseloroh.

Rutinitas harian di YIARI diatur ketat melalui sistem tiga sif kerja untuk memastikan pengawasan tidak pernah putus. Sif pertama dimulai pukul 10.00 hingga 19.00 WIB, sif kedua pukul 15.00 hingga 00.00 WIB, serta sif pamungkas yang berjaga malam penuh dari pukul 19.00 hingga 03.00 WIB. Dalam rentang waktu tersebut, kukang-kukang ini diberi pakan dua kali sehari, yakni pada pagi hari dan pukul 18.00 WIB, tepat saat malam mulai turun. Selain itu, kukang-kukang itu juga mendapatkan asupan pengayaan pada pukul 23.00 WIB guna mengasah ketangkasan motorik mereka.

Beban berat di balik layar konservasi ini tidak hanya dipikul oleh para penjaga satwa di lapangan, tetapi juga dikendalikan dengan ketat oleh tim medis. Indri Saptorini (33), dokter hewan yang mendedikasikan dirinya di YIARI, memaparkan bahwa tantangan terbesar dalam rehabilitasi kukang bermula dari kondisi fisik satwa saat pertama kali tiba di pusat penyelamatan. ”Kondisi kukang saat diselamatkan sering kali sangat memprihatinkan akibat perburuan, perdagangan ilegal, hingga pemberian diet yang salah oleh pemilik sebelumnya,” ungkap perempuan asal Karanganyar, Jawa Tengah, itu.

Sebagai garda terdepan kesehatan satwa, Indri bersama tim paramedis harus siap menghadapi beban fisik yang ekstrem. Tidak jarang mereka harus membawa tas ransel berisi peralatan medis dan obat-obatan seberat 10 hingga 15 kilogram saat berjalan kaki menembus medan hutan yang basah dan licin, mendaki bukit, hingga melewati jurang curam demi memantau proses pelepasliaran kukang. Namun, tantangan terbesar terkadang bukan hanya fisik, melainkan psikologis. Trauma melihat kondisi kukang yang kesakitan, luka-luka akibat jeratan, hingga keharusan bersiaga di malam hari menuntut ketahanan mental yang prima.

”Kami harus menjaga jarak afektif agar tidak terikat secara emosional secara berlebihan seperti memelihara hewan rumah biasa. Batasan profesional ini penting agar obyektivitas dalam merawat dan mengembalikan sifat liar kukang tetap terjaga,” jelas Indri. Risiko cedera, gigitan, hingga bahaya dari reaksi pertahanan satwa liar selalu mengintai, menuntut kompetensi tinggi serta prosedur keselamatan yang ketat.

Bagi Mastur yang telah belasan tahun membersamai kukang, suka-duka di hutan seolah lunas terbayar manakala ia melihat seekor kukang yang dulu datang dalam kondisi sakit parah, dirawat intensif di klinik, hingga akhirnya siap melangkah bebas di dahan-dahan pohon hutan tropis. ”Saya pernah merawat kukang yang bolak-balik sakit, dibawa ke klinik, masuk kandang lagi, begitu terus sampai akhirnya sembuh dan dilepasliarkan. Rasanya ada kebanggaan yang luar biasa. Semua lelah seketika terbayar,” tutur Mastur dengan binar mata penuh antusias.

Kendati fasilitas penunjang di YIARI sudah tergolong memadai berkat sokongan yayasan, Mastur dan Indri kompak menyuarakan satu harapan besar, yaitu sinergi yang lebih erat dari pemerintah, khususnya Kementerian Kehutanan dan instansi terkait. Mengingat satwa liar adalah aset kekayaan negara dan tantangan di lapangan, terutama saat ekspedisi pelepasliaran di dalam hutan yang membutuhkan energi besar, perhatian dan dukungan regulasi maupun insentif bagi para pekerja konservasi garda depan menjadi hal yang krusial.

Di bawah sisa-sisa rintik hujan yang perlahan mereda di Curug Nangka, Mastur dan para pejuang konservasi lainnya terus merajut asa. Di tangan mereka, denyut kehidupan 82 ekor kukang dijaga, memastikan bahwa primata kecil bermata bundar itu kelak tidak hanya tinggal cerita di balik jeruji, tetapi tetap lestari melompat bebas di rumah sejati mereka: alam raya Indonesia.

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Polri Turunkan 200 Personel Brimob-10 dari Bareskrim Tangani Karhutla Kalimantan
• 6 jam lalu
0
thumb
Megawati: Anak Muda Harus Berani Lawan Ketidakadilan dan Bela Rakyat
• 18 jam lalu
0
thumb
Bursa Transfer Liverpool: Gebrakan Julian Ward, Siap Bajak Bintang Chelsea pada Januari 2027
• 22 jam lalu
0
thumb
Hasil Lengkap Para Pemain Abroad Timnas Indonesia: Ole Romeny Comeback, Justin Hubner Bersinar
• 8 jam lalu
0
thumb
Polri Tambah Personel Brimob-Bareskrim Buat Cegah Karhutla Sampai ke Wilayah IKN
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.