GANNAS dan Peneliti Daun Teduh Usulkan Stafsus Presiden Bidang Narkotika

jpnn.com
8 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Gerakan Anti Narkoba Nasional (GANNAS) I Nyoman Adi Peri mendukung penguatan sinergi antara Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam pemberantasan narkotika.

Dia menilai koordinasi kedua institusi diperlukan untuk meningkatkan efektivitas penindakan terhadap jaringan peredaran gelap narkotika di Indonesia.

BACA JUGA: Hadir di MitMe Fest 2026, Stafsus Presiden Serukan Semangat Gotong Royong

Nyoman yang juga merupakan peneliti Lembaga Kajian Daun Teduh Legal mengatakan, Polri dan BNN memiliki sumber daya serta keunggulan masing-masing yang dapat saling melengkapi.

Karena itu, koordinasi antarlembaga perlu dijaga agar pemberantasan narkotika tidak terhambat kepentingan sektoral.

BACA JUGA: Arman Depari Dukung Strategi Kapolri Suyudi Dalam Memberantas Narkoba

“Sinergi antara Polri dan BNN harus terus diperkuat. Kedua institusi memiliki sumber daya dan keunggulan masing-masing yang bisa saling melengkapi. Dengan koordinasi yang baik, kita dapat memperkuat pemberantasan narkotika dan meminimalkan ego sektoral,” ujar Nyoman.

Dia menilai pola koordinasi yang terintegrasi perlu diterapkan dari tingkat pusat hingga daerah. Menurutnya, pelaksanaan tugas masing-masing institusi juga harus mengedepankan profesionalisme dan mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan.

BACA JUGA: Rajiv DPR Apresiasi Kapolri Selidiki Dugaan Keterlibatan Korporasi dalam Kasus Karhutla

Selain mendorong penguatan koordinasi Polri dan BNN, Nyoman mengusulkan kepada Presiden agar mempertimbangkan pembentukan Staf Khusus Presiden Bidang Penanggulangan Narkotika.

Usulan tersebut ditujukan untuk menyelaraskan kebijakan lintas kementerian dan lembaga agar penanganan narkotika berjalan secara terpadu.

“Saya mengusulkan agar Presiden mempertimbangkan pembentukan Staf Khusus Presiden Bidang Penanggulangan Narkotika. Tujuannya untuk menyinergikan seluruh kekuatan yang ada agar penanganan narkotika tidak berjalan sendiri-sendiri dan tidak terhambat ego sektoral,” tegasnya.

Nyoman juga mendorong evaluasi kelembagaan BNN untuk mengoptimalkan fungsi intelijen, pencegahan, pemberantasan jaringan narkotika, serta penelusuran tindak pidana pencucian uang.

Menurutnya, penelusuran aset hasil kejahatan sesuai ketentuan hukum dapat membantu melemahkan kekuatan finansial jaringan peredaran narkotika.

Di sisi lain, ia menekankan pentingnya penguatan rehabilitasi melalui koordinasi dengan sektor kesehatan dan sosial.

Penanganan bandar serta jaringan peredaran gelap narkotika, menurutnya, perlu dibedakan dari penanganan korban penyalahgunaan yang membutuhkan rehabilitasi sesuai ketentuan perundang-undangan.

Nyoman berharap penguatan sinergi antarlembaga, evaluasi kelembagaan, dan koordinasi kebijakan di tingkat Presiden dapat meningkatkan efektivitas penanggulangan narkotika.

Upaya tersebut diharapkan mencakup pemutusan jaringan peredaran gelap, penindakan terhadap bandar, pencegahan penyalahgunaan, hingga rehabilitasi untuk melindungi masyarakat dari bahaya narkotika. (jlo/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Wardatina Mawa Canggung Ketemu Insanul Fahmi: Gak Mau Face to Face!
• 14 jam lalu
0
thumb
Polri Terjunkan Personel Brimob dan Bareskrim Tangani Karhutla
• 4 jam lalu
0
thumb
Kisah Amanda Belajar Kuat Dampingi Anak Cerebral Palsy: Langit Kayak Runtuh
• 23 jam lalu
0
thumb
Wamensos Resmikan Taman Anak Sejahtera & Salurkan Bantuan Atensi di Surakarta
• 6 jam lalu
0
thumb
KONI Jateng Akan Evaluasi Cabor Selam Laut Buntut Tewasnya Atlet Asal Jepara
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.