Tiara (8) dan Felicia (4) asyik memainkan alat olahraga air walker yang baru terpasang di sebuah taman di tepi Kanal Banjir Barat (KBB), Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (25/10/2026). Keduanya tampak menikmati permainan itu hingga sang nenek, Nurfi (50), harus berulang kali membujuk mereka agar mau menerima suapan makanan.
Bagi kedua bocah tersebut, taman yang masih dalam proses pembangunan itu menjadi tempat bermain baru di tengah padatnya permukiman tempat mereka tinggal. Di rumah, ruang gerak mereka terbatas karena tidak tersedia halaman untuk bermain.
”Di rumah enggak punya halaman. Paling mainnya di dalam rumah, tetapi sempit dan sumpek,” ujar Nurfi, warga RT 010 RW 004, Petamburan.
Nurfi mengaku senang melihat taman tersebut mulai dilengkapi berbagai fasilitas yang bisa dimanfaatkan warga. Meski pengerjaan belum rampung, sejumlah alat olahraga dan permainan anak sudah terpasang dan bisa digunakan warga. ”Sejak taman ini dibagusin, lumayan, cucu saya jadi ada tempat bermain. Dulu di sini memang ada mainan punya PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), cuma anak yang tidak sekolah di situ tidak boleh menggunakannya,” kata Nurfi.
Meski dalam tahap pembangunan, warga tampak antusias bermain di taman. KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO
Anak-anak menjajal peralatan olahraga yang baru saja terpasang. KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO
Kurangnya tempat bermain di kawasan tersebut menjadikan anak-anak antusias bermain di dalam taman yang masih dibangun. KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO
Kehadiran taman itu memberikan alternatif bagi anak-anak di lingkungan padat penduduk untuk bermain di luar rumah. Mereka tidak lagi hanya mengandalkan ruang sempit di dalam rumah atau fasilitas bermain yang penggunaannya terbatas.
Sementara itu, tak jauh dari Nurfi yang sedang mengasuh kedua cucunya, sejumlah pekerja masih menyelesaikan pembangunan bangunan dua lantai berbahan kontainer. Sebagian pekerja memasang bahan peredam untuk mengurangi kebisingan saat permukaan besi kontainer diketuk. Pekerja lainnya mengecor lantai untuk jalur pejalan kaki di sepanjang taman.
Bangunan tersebut direncanakan menjadi fasilitas pendukung taman. Lantai bawah akan difungsikan sebagai tempat pertemuan warga, sedangkan lantai sebagai kantin. Dari lantai atas, pengunjung nantinya dapat menikmati pemandangan deretan gedung bertingkat Jakarta dengan KBB sebagai latar depan.
Pemerintah Provinsi Jakarta tengah menata lahan di tepi KBB menjadi jalur hijau sekaligus ruang terbuka hijau (RTH). Penataan sepanjang sekitar 850 meter ini dilakukan untuk mengoptimalkan lahan yang sebelumnya tidak terawat dan sekaligus untuk menambah ruang publik di Jakarta.
Pekerja menyelesaikan pembuatan kolam ikan di taman.
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO
Anak-anak memperhatikan pekerja yang sedang menyelesaikan pembuatan jalur pejalan kaki di taman. KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO
Pekerja sedang memasang peredam di dalam bangunan yang terbuat dari konatiner. KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO
Kawasan tersebut rencananya akan dilengkapi fasilitas olahraga, taman bermain anak, ruang pertemuan warga, dan kantin. Pembangunan taman ditargetkan rampung pada November 2026. Keberadaan fasilitas itu diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk berolahraga, berinteraksi, dan menghabiskan waktu bersama keluarga.






Komentar (0)