Seorang tentara Ukraina berhasil diselamatkan menggunakan pesawat nirawak atau drone setelah bertahan selama 491 hari di posisi garis depan medan perang. Operasi penyelamatan yang disebut belum pernah dilakukan sebelumnya ini menjadi gambaran bagaimana teknologi drone semakin mengubah strategi peperangan modern. (Ukrainian Armed Forces/Handout via REUTERS)
2/5Melansir Reuters, Senin (26/10), Video yang dirilis Brigade Serbu ke-92 Ukraina memperlihatkan sebuah drone mengangkut tentara yang terluka melintasi udara di wilayah Kharkiv. Sejumlah prajurit terlihat memantau proses evakuasi tersebut dan saling memberikan selamat setelah misi penyelamatan berhasil diselesaikan. (Ukrainian Armed Forces/Handout via REUTERS)
Tentara yang diselamatkan bernama Kostiantyn Vlasenko, berusia 49 tahun. Kepada Reuters, Vlasenko mengaku sempat merasa tidak akan pernah keluar hidup-hidup setelah menghabiskan 491 hari di garis depan, sebagian besar waktunya seorang diri. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengatakan telah menganggap dirinya seperti orang yang sudah terkubur hidup-hidup. (Ukrainian Armed Forces/Handout via REUTERS)
4/5Vlasenko, prajurit Brigade Mekanis ke-30 Ukraina, tetap bertahan di posisinya meskipun mengalami cedera kaki parah. Ia menceritakan bahwa pasukan Rusia sempat mengira dirinya telah tewas. Untuk bertahan hidup, ia bersembunyi di sebuah ruang ketel atau boiler room yang sangat sempit hingga akhirnya berhasil dievakuasi pada Oktober 2026. REUTERS/Sofiia Gatilova
Namun, operasi penyelamatan tersebut juga menyisakan duka. Vlasenko mengungkapkan bahwa dua tentara lainnya tewas ketika berusaha menjangkau dan menyelamatkannya. Ia menggambarkan suara drone yang datang menjemputnya sebagai "dengungan penyelamatan", suara yang menurutnya akan terus dikenang sepanjang hidup. REUTERS/Sofiia Gatilova





Komentar (0)