"Secara hasil memang belum sesuai dengan apa yang saya inginkan, saya ekspektasikan, tapi saya tetap bersyukur alhamdulillah dengan capaian ini. Banyak pelajaran yang saya dapat di final tadi melawan pemain yang sudah berpengalaman," ujar Ubed.
Salah satu tantangan terbesar yang dirasakan Ubed adalah tekanan bermain di hadapan pendukung lawan. Dukungan penuh penonton tuan rumah di arena pertandingan membuatnya sempat merasa gugup dan kehilangan sebagian fokus.
Menurut Ubed, situasi tersebut berbeda dengan pertandingan sebelumnya saat menghadapi Alex. Jika pada laga sebelumnya ia mampu meredam tekanan, kali ini atmosfer final menghadirkan tantangan tersendiri.
"Melawan tuan rumah dengan dukungan penuh satu arena membuat saya ada gugup dan sedikit mengganggu fokus. Kemarin saat lawan Alex saya bisa meredamnya tapi hari ini tekanannya berbeda," jelasnya. Start Game Ketiga Jadi Kendala Pertandingan final French Open 2026 berlangsung dalam tiga game. Setelah kalah 11-21 pada game pertama, Ubed mampu bangkit dan merebut game kedua dengan skor 21-14.
Sayangnya, momentum tersebut belum cukup untuk mengantarkannya meraih kemenangan. Pada game penentuan, Ubed tertinggal sejak awal sehingga Christo Popov memiliki kesempatan untuk mengembangkan permainan dan mengantisipasi pola serangan wakil Indonesia tersebut.
Baca Juga :
Jadwal Final French Open 2026: Ubed Harapan Terakhir Indonesia"Di game ketiga awal, start saya tertinggal. Dia sudah siap dengan bola-bola saya, itu berpengaruh ke seterusnya tapi saya sudah mencoba yang terbaik yang saya bisa," bebernya.
Ubed sebenarnya sempat berusaha mengejar ketertinggalan setelah interval game ketiga, namun perubahan pola permainan yang dilakukan Popov membuatnya kesulitan mengantisipasi situasi dengan cepat. Akibatnya, kendali permainan yang sempat berada di tangan Ubed kembali beralih kepada wakil Prancis tersebut.
"Sempat mengejar setelah interval tapi dia ada perubahan pola dan saya agak kaget dan terlambat mengantisipasi. Kontrol permainan yang tadinya ada di saya jadi berpindah lagi," paparnya. Runner Up French Open 2026 Jadi Modal Berharga Walaupun gagal membawa pulang gelar juara, hasil sebagai runner up French Open 2026 menjadi pencapaian penting bagi Moh Zaki Ubaidillah. Pengalaman tampil di partai final turnamen besar memberinya kesempatan untuk mengukur kemampuan sekaligus memahami aspek permainan yang masih perlu ditingkatkan.
Ubed menyadari bahwa perjalanannya di dunia bulu tangkis masih panjang. Ia juga mengakui bahwa pengalamannya menghadapi pemain-pemain elite dunia masih terbatas sehingga kesempatan bertanding melawan atlet berpengalaman seperti Christo Popov menjadi pelajaran yang sangat berarti.
"Perjalanan di French Open ini sangat berarti bagi saya apalagi perjalanan saya masih panjang. Ke depannya masih banyak yang harus saya pelajari juga, pengalaman kan belum banyak ketemu pemain-pemain elit dunia. Semoga saya bisa mendapatkan hasil yang lebih baik," pungkasnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
- URL Berhasil di Salin French Open 2026: Tampil Tertekan, Ubed Takluk di Final Klik untuk baca: https://www.medcom.id/olahraga/bulutangkis/JKR2rYQK-french-open-2026-tampil-tertekan-ubed-takluk-di-final
(KAH)






Komentar (0)