Wamenekraf: Ekonomi Kreatif Harus jadi Pemersatu Tanpa Perbedaan

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Gelaran The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di SCBD Jakarta, menjadi momentum krusial bagi kebangkitan sektor kreatif global yang inklusif. WCCE 2026 dirancang sebagai wadah perluasan jejaring, serta inkubator kolaborasi nyata antara para penggiat industri kreatif lokal dan mitra internasional.

"Harapan kita tentunya ekonomi bisa menjadi sebuah ajang untuk mempersatukan sesama manusia tanpa ada perbedaan ras, suku, agama," kata Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar dalam keterangan tertulis, dilansir dari Antara, Minggu, 25 Oktober 2026.

Demi mewujudkan ekosistem yang berkelanjutan, sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci utama dalam membuka keran investasi dan adopsi teknologi modern.

Menurut dia, ekonomi kreatif tidak tumbuh dalam ruang yang terpisah. Butuh kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, kreator, komunitas, akademisi, investor, dan mitra internasional untuk membuka akses terhadap pasar, investasi, teknologi, dan pengembangan kekayaan intelektual.

"Karena itu, WCCE 2026 kami dorong agar tidak berhenti pada dialog, tetapi menghasilkan koneksi dan kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi ekosistem ekonomi kreatif,” jelas Irene.

Wamenekraf Irene Umar. Foto- Dok. Metrotvnews.com/Diva Rabiah)

Semangat inklusivitas WCCE 2026 yang mengusung tema Inclusively Creative: Collective Continuity, juga diwujudkan lewat Pasar Wiwitan di SCBD, yang melibatkan lebih dari 200 UMKM lokal.

Kreator konten sekaligus pegiat kemanusiaan, Ferry Irwandi, berharap ratusan UMKM di pasar akhir pekan tersebut dapat bertransformasi menjadi pendorong kesejahteraan masyarakat yang konkret.

“Semoga UMKM di sini bisa membuka lapangan pekerjaan yang banyak dan kita selesai dari sektor kerja informal menjadi kerja formal, karena itu akan bagus sekali buat peningkatan ekonomi masyarakat," ujar Ferry.
 

Baca Juga :

Kreator Lokal Didorong Naik Kelas lewat Hekrafnas 2026


Komitmen Indonesia dalam mengawal masa depan ekonomi kreatif di panggung dunia juga dipertegas lewat perumusan Jakarta Vision on Creative Economy.

Cetak biru ini diproyeksikan menjadi pilar penting untuk memperkokoh posisi ekonomi kreatif dalam agenda pembangunan global pasca 2030, sekaligus meningkatkan atensi internasional terhadap kontribusi sosial-ekonomi sektor ini.

WCCE 2026 menghadirkan beragam narasumber untuk memotret fakta lapangan terkait isu-isu terkini di Indonesia. Ajang yang berlangsung pada 21-25 Oktober 2026 itu diselimuti aksi solidaritas kemanusiaan melalui doa bersama untuk penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Gekrafs Gandeng Polri untuk Lindungi Karya dan Perkuat Industri Ekonomi Kreatif Indonesia
• 6 jam lalu
0
thumb
Tujuh Rumah di Kompleks Permata Puni Aceh Besar Terbakar
• 15 jam lalu
0
thumb
Cuaca buruk batalkan seluruh balapan MotoGP Australia 2026
• 17 jam lalu
0
thumb
Eks Panglima TNI Widodo AS Dimakamkan di TMP Kalibata, SBY-Panglima Agus Hadir
• 15 jam lalu
0
thumb
”Menolak Punah”, Mengetuk Kesadaran Atasi Limbah Fashion dari Hulu
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.