TOKYO, KOMPAS.TV – Jepang, Amerika Serikat, dan Korea Selatan tengah mempertimbangkan Indonesia sebagai salah satu tujuan ekspor reaktor nuklir generasi mendatang yang dikembangkan bersama oleh ketiga negara tersebut.
Berdasarkan laporan sumber-sumber pemerintah Jepang pada Minggu (25/10), rencana ini merupakan bagian dari kerja sama industri nuklir trilateral yang didukung pemerintah untuk mengembangkan dan memproduksi reaktor modular kecil (small modular reactors/SMR).
Seperti dikutip dari Antara, inisiatif tersebut ditujukan untuk memperluas penggunaan teknologi nuklir ketiga negara di pasar internasional, sekaligus menawarkan alternatif terhadap teknologi nuklir dari Rusia dan China.
Baca Juga: Singapura Serius Kaji Energi Nuklir di Tengah Pengurangan Pasokan Gas dari Indonesia
Selain Indonesia, Jepang, AS, dan Korea Selatan juga mempertimbangkan Malaysia dan Filipina sebagai calon pasar bagi reaktor modular kecil tersebut.
Indonesia sebelumnya telah menjalin kesepakatan dengan Rosatom, perusahaan nuklir milik negara Rusia, terkait pengoperasian dua pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) terapung.
Kerja sama pengembangan reaktor nuklir antara Jepang, AS, dan Korea Selatan ini menindaklanjuti kesepakatan kerangka kerja trilateral yang ditandatangani para menteri luar negeri ketiga negara pada Juli lalu. Kesepakatan tersebut bertujuan mendorong penyebaran teknologi SMR ke pasar internasional.
Baca Juga: KBRI Tokyo Gelar Pelatihan Kesiapan SDM Dalam Pemanfaatan Tenaga Nuklir yang Aman
Dalam pembagian peran proyek tersebut, AS akan memimpin pengembangan desain reaktor nuklir, Korea Selatan bertanggung jawab atas konstruksi pembangkit, sedangkan Jepang akan menyumbangkan keahlian dalam pembuatan peralatan utama pembangkit.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Tussie Ayu Editor : Gading-Persada
Sumber : Antara
- jepang
- as
- korsel
- reaktor
- nuklir






Komentar (0)