Pembalap Red Bull Racing Max Verstappen mengonsumsi obat pereda nyeri untuk mengatasi dampak guncangan ekstrem di sirkuit Circuit of the Americas saat menjalani rangkaian Formula 1 Grand Prix Amerika Serikat. Dikutip dari laporan ESPN, pengemudi asal Belanda tersebut bahkan harus mengangkat badannya dari kursi mobil demi menghindari benturan keras di area lintasan yang bergelombang.
Kondisi lintasan di Austin tersebut memicu beragam reaksi dari para pembalap papan atas sepanjang akhir pekan kompetisi. Sejumlah pengemudi menyuarakan keprihatinan mendalam terkait potensi cedera fisik, sementara beberapa kompetitor lain menganggap masalah karakter trek ini sebagai tantangan balap yang wajar.
Masalah Masif pada Bagian Tulang BelakangVerstappen mengungkapkan bahwa pemeriksaan medis menunjukkan adanya kerusakan signifikan pada cakram tulang belakang bagian bawah tubuhnya. Ia harus melakukan penyesuaian posisi duduk secara manual pada titik-titik krusial lintasan agar tetap dapat mengemudikan jet darat tersebut.
“Sebelum memasuki Tikungan 1 dan Tikungan 19, saya memposisikan tubuh agak terangkat dari kursi pengemudi, karena jika tidak dilakukan maka balapan akan menjadi sangat tidak mungkin,” ujar Verstappen kepada ViaPlay. Ia menambahkan bahwa konsumsi pil pereda nyeri menjadi satu-satunya cara untuk mengelola rasa sakit fisik selama mengitari sirkuit.
Pengelola sirkuit, Bobby Epstein, sempat meremehkan kekhawatiran tersebut dan menyatakan bahwa arena balap berada dalam kondisi sangat baik. Pihak penyelenggara mengklaim masalah guncangan hanya terjadi di satu titik pada Tikungan 1 yang tidak sempat diperbaiki tepat waktu sebelum balapan dimulai.
Keluhan Senada dari Rival dan Simpati untuk Balap MotorPembalap McLaren Lando Norris turut merasakan dampak buruk dari permukaan trek yang tidak rata tersebut. Pembalap asal Inggris ini mengaku terpaksa rutin meminum obat sakit kepala sebelum memulai sesi latihan maupun qualifying.
“Tikungan 19 terasa sangat mengerikan bagi para pengemudi,” kata Norris saat mengomentari kondisi area lintasan. Ia berpendapat bahwa ajang sekelas Formula 1 seharusnya mampu menyelesaikan masalah struktur permukaan sirkuit dengan lebih cepat.
Pembalap Alpine Pierre Gasly menilai bahwa tingkat guncangan di sirkuit ini merupakan yang paling ekstrem yang pernah ia rasakan sepanjang kariernya. Kondisi berat ini membuat Gasly merasa simpati terhadap para pembalap MotoGP yang juga berlaga di lintasan yang sama dengan kendaraan roda dua.
Perbedaan Pandangan dari Kubu FerrariBerbeda dengan rekan-rekannya, pembalap Ferrari Lewis Hamilton justru merespons santai keluhan mengenai permukaan lintasan yang tidak rata. Hamilton menegaskan bahwa kondisi fisik punggungnya tetap berada dalam keadaan prima meski harus melewati guncangan hebat.
“Banyak orang mengeluh, tetapi saya yang berusia 42 tahun merasa punggung saya baik-baik saja,” ungkap Hamilton setelah mengakhiri sesi kualifikasi. Ia menilai permukaan yang bergelombang justru memberikan tantangan ekstra dan menambah karakter khas pada sirkuit tersebut.
Rekan satu timnya di Ferrari, Charles Leclerc, juga mengonfirmasi bahwa guncangan di sirkuit tidak memberikan dampak fisik yang mengganggu performanya. Perbedaan pandangan ini menunjukkan bagaimana variasi setelan mobil dan kondisi fisik masing-masing pengemudi memengaruhi kenyamanan mereka di lintasan.






Komentar (0)