Jawaban Lengkap Menhaj soal Pengangkatan Anaknya Jadi Tenaga Ahli dan Awal Pembentukan Kemenhaj

disway.id
3 jam lalu
Cover Berita

YOGYAKARTA, DISWAY.ID - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf memberikan penjelasan terkait sorotan terhadap pengangkatan anaknya sebagai tenaga ahli di kementerian yang dipimpinnya. 

Menhaj memaparkan keterlibatan anak dan para santrinya sejak awal pembentukan Badan Penyelenggara Haji (BP Haji), proses pengangkatan dan kompetensi tenaga ahli, hingga kondisi keterbatasan pegawai kementerian.

Menhaj menjelaskan, setelah dirinya dan Wakil Menteri dilantik memimpin BP Haji pada akhir Oktober 2024, lembaga tersebut belum memiliki struktur organisasi, kantor, maupun staf pendukung yang memadai.

“Keluar dari istana kita enggak punya staf, kita enggak punya kantor, kita enggak punya apa-apa,” kata Menhaj Gus Irfan dalam keterangannya di Yogyakarta, Sabtu, 24 Oktober 2026.

Dalam kondisi tersebut, sejumlah pihak terdekat turut membantu pekerjaan pembentukan lembaga. Menurut Menhaj, anak dan para santrinya terlibat secara sukarela selama sekitar tiga hingga empat bulan tanpa menerima gaji.

“Akhirnya Bang Dahnil (Wamenhaj sekarang) disambut timnya dari Kementerian Pertahanan, saya disambut santri-santri saya dan sama anak saya. Dan mereka ini yang tanpa diminta membantu pembentukan badan penyelenggara haji itu. Tanpa gaji tanpa apa-apa selama 3 atau 4 bulan. Itu yang terjadi,” ungkapnya.

Seiring perkembangan kelembagaan hingga menjadi Kementerian Haji dan Umrah, sebagian pihak yang sebelumnya membantu dan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan, kemudian diangkat menjadi tenaga ahli. Sebagian lainnya kembali ke pondok dan aktivitas masing-masing.

“Sampai kemudian ada beberapa yang saya masukkan menjadi tenaga ahli, ada sebagian kembali ke basic-nya tuh ada yang balik ke pondok, ada yang balik ini, karena mereka hanya sekadar ikhlas membantu,” tuturnya.

Menhaj juga menyampaikan penjelasan mengenai alokasi personel pendukung Menteri dan jumlah posisi yang diambilnya.

“Kementerian Haji, sebagai menteri saya punya hak untuk menetapkan tiga staf khusus, saya ambil cuma satu. Saya dapat lima tenaga ahli, saya ambil cuma empat,” tandasnya.

Selain menjelaskan riwayat pengangkatan tenaga ahli, Menhaj memaparkan keterbatasan sumber daya manusia di Kementerian Haji dan Umrah. Berdasarkan analisis jabatan, kebutuhan pegawai mencapai sekitar 7.000 orang. 

Dalam keterangannya kepada media, Menhaj menyebut jumlah pegawai yang tersedia sekitar 3.200 orang. Adapun data internal kementerian mencatat jumlah pegawai saat ini sebanyak 3.631 orang.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Kemenhaj tidak melakukan rekrutmen ASN baru, melainkan membuka mutasi ASN dari instansi lain. Proses mutasi telah berlangsung dalam dua gelombang. Meski demikian, sejumlah jabatan masih belum terisi sehingga pelaksanaan tugasnya dirangkap oleh pejabat lain.

Menhaj mengatakan keterbatasan pegawai membuat kementerian mengerahkan sumber daya yang tersedia sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan, termasuk tenaga alih daya, untuk mendukung penyelenggaraan haji.

“Karena itu semua sumber daya kita kerahkan. Termasuk outsourcing-outsourcing kita kerahkan untuk menutup kekurangan itu. Dan alhamdulillah 2026 dianggap sebagai haji yang paling berhasil dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ungkapnya.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Drone Ukraina Tembus 2.500 Km, Pabrik Rusia Dilaporkan Terbakar
• 10 jam lalu
0
thumb
Eks Panglima TNI Widodo AS Meninggal, Menhan Sjafrie: Kita Kehilangan Sosok Pelopor
• 8 jam lalu
0
thumb
92 Tahun Berjalan, Pabrik Biskuit Legendaris Resmi Tutup Akhir Oktober
• 18 jam lalu
0
thumb
Kemnaker Ingatkan Penipuan BSU 2026, Waspadai Tautan Palsu Pencairan Bantuan
• 8 jam lalu
0
thumb
Profil Laksamana (Purn) Widodo AS, Alumni AAL 1968 yang Menjadi Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.