Jakarta, VIVA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menempati posisi teratas dalam tingkat popularitas menteri dan pejabat tinggi negara berdasarkan hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO).
Berdasarkan survei IPO yang dikutip Minggu (25/10/2026), Bahlil memperoleh angka 37,5 persen dalam pengukuran top of mind terhadap nama-nama menteri Kabinet Merah Putih, Capaian tersebut menempatkannya di urutan pertama, mengungguli Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang meraih 34,1 persen.
Posisi berikutnya ditempati Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dengan 21,7 persen, disusul Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebesar 16,5 persen.
Keunggulan Bahlil juga terlihat dalam kategori popularitas secara keseluruhan. Ia mencatat angka 70,4 persen, sementara Cak Imin berada di posisi berikutnya dengan 60,9 persen dan Zulkifli Hasan sebesar 48 persen.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa nama Bahlil memiliki tingkat pengenalan yang tinggi di tengah masyarakat dibandingkan sejumlah tokoh lain dalam jajaran pemerintahan.
Popularitas Bahlil bahkan lebih tinggi jika di bidang ekonomi saja yang mencapai 77,4 persen. Angka ini jauh di atas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang berada di posisi berikutnya dengan 23,5 persen.
Nama-nama lain menteri di bidang ekonomi setelah Bahlil dan Airlangga ada nama Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman dengan popularitas 14,8 persen, Menteri Koperasi Ferry Joko Juliantono 11 persen, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana 8,4 persen, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani 6,5 persen, serta Menteri Ketenagakerjaan Yassierli 5,7 persen.
Dari sisi kinerja, Bahlil juga mendapat kepuasan tertinggi yakni 31,1 persen disusul Airlangga 4,5 persen dan Widianti Putri 2,0 persen.
Sementara itu, dalam kelompok politik dan keamanan, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menjadi tokoh dengan popularitas tertinggi, yakni 28,5 persen.
Tito berada di atas Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid yang mencatat 21,4 persen serta Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman dengan angka 16,9 persen.
Adapun pada kelompok hukum dan pemberantasan korupsi, Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai menempati posisi pertama dengan popularitas 15,5 persen.






Komentar (0)