BP Batam Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Mulai 26 Oktober 2026 untuk Tingkatkan Hujan dan Jaga Pasokan Air Bersih

pantau.com
8 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau, akan melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada 26 Oktober hingga 2 November 2026 untuk meningkatkan potensi hujan di wilayah tangkapan air dan waduk guna menjaga ketersediaan air baku bagi masyarakat.

Operasi tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak cuaca kering yang dapat memengaruhi pasokan air bersih di Batam.

Anggota sekaligus Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan modifikasi cuaca merupakan bagian dari strategi berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan sumber daya air.

“Operasi Modifikasi Cuaca ini merupakan salah satu langkah strategis yang BP Batam lakukan untuk mengantisipasi dampak cuaca kering dan menjaga ketersediaan air baku,” kata Denny dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Minggu (25/10/2026).

Kegiatan ini menjadi pelaksanaan OMC kedua yang dilakukan BP Batam sepanjang 2026 setelah operasi serupa pada Mei lalu.

BP Batam Gunakan Pesawat Cessna untuk Modifikasi Cuaca

Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca direncanakan menggunakan satu unit pesawat jenis Cessna.

Pesawat tersebut akan beroperasi pada ketinggian sekitar 8.000 hingga 11.000 kaki untuk mendukung proses penyemaian awan.

Pelaksanaan operasi akan disesuaikan dengan kondisi atmosfer dan keberadaan awan yang dinilai berpotensi menghasilkan hujan.

BP Batam memprioritaskan peningkatan peluang hujan di wilayah tangkapan air dan waduk yang menjadi sumber utama pasokan air baku.

“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan potensi terjadinya hujan, khususnya di daerah tangkapan air di Batam, sehingga dapat mendukung keberlanjutan pelayanan air bersih,” kata Denny.

Menurutnya, ketersediaan air baku menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat sekaligus kegiatan ekonomi di Batam.

“BP Batam menyadari bahwa air merupakan kebutuhan mendasar masyarakat sekaligus penopang aktivitas ekonomi Batam. Karena itu, BP Batam terus mengupayakan berbagai langkah strategis menjaga ketersediaan air baku,” tambahnya.

BMKG dan Sejumlah Instansi Dilibatkan dalam Operasi

BP Batam menggandeng sejumlah instansi untuk mendukung pelaksanaan modifikasi cuaca selama delapan hari tersebut.

Instansi yang terlibat meliputi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), AirNav Indonesia, serta PT Bandara Internasional Batam.

Selain itu, operasi melibatkan Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kawasan Bandar Udara, BU SPAM dan Pengelolaan Limbah BP Batam, serta PT Rekayasa Atmosfer Indonesia.

Kerja sama lintas instansi tersebut mencakup dukungan informasi meteorologi, keselamatan penerbangan, dan pengelolaan sumber daya air.

Koordinasi dilakukan agar pelaksanaan penyemaian awan dapat menyesuaikan kondisi cuaca serta ketentuan operasional penerbangan.

BMKG Prediksi Batam Berpotensi Diguyur Hujan hingga Desember

Direktur BU SPAM dan Pengelolaan Limbah BP Batam, Idul Priady, mengatakan wilayah Batam berpotensi mengalami hujan hingga Desember 2026.

Informasi tersebut diperoleh berdasarkan koordinasi dengan BMKG Batam terkait hasil pemantauan kondisi atmosfer.

BP Batam berharap potensi hujan tersebut dapat dioptimalkan melalui pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca.

Peningkatan peluang hujan di kawasan tangkapan air diharapkan membantu menjaga ketersediaan air pada waduk yang memasok kebutuhan masyarakat.

Meski demikian, keberhasilan pelaksanaan operasi tetap bergantung pada kondisi atmosfer dan keberadaan awan potensial selama kegiatan berlangsung.

BP Batam Pastikan Bahan Penyemaian Awan Aman bagi Air Hujan

BP Batam juga memberikan penjelasan mengenai keamanan bahan yang digunakan dalam proses modifikasi cuaca.

Idul menyatakan bahwa operasi menggunakan natrium klorida (NaCl) sebagai bahan penyemaian awan.

Menurutnya, bahan tersebut digunakan untuk membantu pembentukan dan pertumbuhan butiran air di dalam awan.

"NaCl yang digunakan dalam OMC berfungsi sebagai bahan semai untuk membantu proses pembentukan dan pertumbuhan butir air di dalam awan. Secara prinsip, NaCl yang digunakan merupakan garam yang memiliki karakteristik serupa dengan garam dapur, dengan perbedaan pada tingkat kemurnian dan ukuran partikelnya," kata Idul.

BP Batam menyatakan bahan yang digunakan dalam operasi tersebut aman dan tidak menyebabkan pencemaran air hujan.

Melalui pelaksanaan OMC pada akhir Oktober hingga awal November, BP Batam berupaya meningkatkan potensi curah hujan sekaligus menjaga keberlanjutan pelayanan air bersih bagi masyarakat.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Viral! Pria Diduga Nekat Mencuri di Ruang Cuci Darah RSUD Amri Tambunan Lubuk Pakam saat Kakakenya Tengah Dirawat
• 8 jam lalu
0
thumb
MotoGP Australia 2026 Resmi Dibatalkan, Pembalap Jalani Farewell Lap
• 14 jam lalu
0
thumb
Kedubes Singapura Bantah Tokoh Oposisi Berkunjung ke Kediaman Dubes
• 8 jam lalu
0
thumb
Ketum Mathla’ul Anwar Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli
• 11 jam lalu
0
thumb
Hasto PDIP Sebut Kisruh Ijazah Gibran Jadi Beban Prabowo: Muncul karena Akrobat Nepotisme
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.