Hutan Wakaf Bisa Cegah Karhutla Sekaligus Jadi Sumber Penghasilan Warga

republika.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA – Pelibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan hutan wakaf dinilai dapat menjadi salah satu strategi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selain menjaga kelestarian hutan, skema tersebut memberikan manfaat ekonomi kepada warga melalui hasil panen sehingga masyarakat memiliki kepentingan langsung untuk melindungi hutan dari kebakaran.

Ketua Departemen Ilmu Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University sekaligus pegiat hutan wakaf Khalifah Muhammad Ali mengatakan, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga kawasan hutan. Dia mengungkapkan, kawasan hutan wakaf yang dikelolanya sejauh ini belum pernah mengalami kebakaran.

Baca Juga
  • Hutan Wakaf Bogor Didorong Integrasikan Konservasi Lingkungan dengan Ekonomi Sirkular

“Terus terang kami belum pernah mengalami kebakaran hutan di tempat kami, tapi saya rasa wakaf hutan jadi salah satu cara untuk mencegah kebakaran hutan,” kata Khalifah dalam diskusi publik bertema Peran Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf untuk Mitigasi Bencana dan Pemulihan Lingkungan yang diselenggarakan mahasiswa Magister Peminatan Ekonomi Islam Universitas Paramadina, Ahad (25/10/2026).

Khalifah menjelaskan, pengelolaan hutan wakaf dilakukan dengan melibatkan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan. Keterlibatan tersebut bertujuan menumbuhkan rasa memiliki sekaligus memberikan manfaat ekonomi dari sumber daya hutan.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Warga, misalnya, dapat memperoleh penghasilan dari pembagian hasil panen durian, cengkeh, petai, dan jengkol. Dengan demikian, kebakaran hutan tidak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan, tetapi juga berpotensi menghilangkan sumber mata pencaharian masyarakat.

Menurut Khalifah, pendekatan tersebut dapat menjadi pelengkap upaya pemerintah dalam mencegah karhutla. Perlindungan kawasan hutan dinilai tidak cukup hanya mengandalkan aparat dan pengawasan pemerintah, tetapi juga memerlukan keterlibatan masyarakat yang merasakan langsung manfaat ekonomi hutan.

“Jadi kuncinya menurut saya untuk mengantisipasi kebakaran hutan itu, bentengnya itu bukan hanya pemerintah, tentu pemerintah penting ada polisi hutan dan Kementerian Kehutanan, tapi yang penting juga untuk diperhatikan adalah masyarakat lokal, sehingga masyarakat tidak mudah disuruh oleh pihak-pihak tertentu untuk membakar hutan,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager Waqf Fundraising Dompet Dhuafa Ali Bastoni menilai hutan wakaf dapat menjadi salah satu model pengelolaan kawasan yang mendukung pencegahan karhutla. Menurut dia, status lahan yang jelas dan keberadaan pengelola dapat membantu memastikan kawasan hutan tetap terawat serta diawasi.

Ali menjelaskan, prinsip wakaf menempatkan kemaslahatan sebagai tujuan utama pengelolaan aset. Karena itu, pemanfaatan hutan wakaf tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga mencakup perlindungan lingkungan.

“Status yang jelas ini kalau terkait dengan hutan wakaf pasti akan dekat dengan konservasi kecuali kalau wakafnya sudah kapitalis, tapi asas wakaf itu maslahat, bukan sekadar keuntungan,” ujar Ali.

Dia menilai persoalan karhutla memiliki kompleksitas yang berkaitan dengan berbagai kepentingan dalam pemanfaatan lahan. Ali juga mengemukakan dugaan bahwa aktivitas manusia menjadi salah satu faktor yang perlu dicermati dalam kejadian kebakaran hutan.

“Jadi hipotesis saya itu memang dibakar, faktanya pas pandemi Covid-19 tidak ada karhutla, karena masyarakat lockdown jadi tidak ada yang membakar hutan,” katanya.

Ali turut menyoroti persoalan kebakaran di kawasan konsesi dan lahan yang menjadi sasaran ekspansi usaha. Menurut dia, perubahan penggunaan lahan setelah kebakaran perlu dicermati dalam upaya pencegahan karhutla.

Selain melalui pengelolaan kawasan, wakaf produktif juga dinilai dapat membantu menyediakan sarana penanganan bencana. Ali mencontohkan hasil pengelolaan wakaf produktif Dompet Dhuafa yang dimanfaatkan untuk menyediakan mobil tangki air.

Mobil tangki tersebut dapat digunakan untuk membantu pemadaman kebakaran maupun memenuhi kebutuhan air masyarakat saat kekeringan. Pemanfaatan hasil wakaf untuk kebutuhan tersebut menunjukkan potensi instrumen keuangan sosial Islam dalam mendukung penanganan persoalan lingkungan.

“Untuk membantu yang terdampak kekeringan juga pakai mobil tangki yang hasil wakaf itu,” ujarnya.

Ketua Program Magister Studi Islam dan Peradaban Universitas Paramadina Sunaryo mengatakan, zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf) memiliki potensi kontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan. Manfaat sosial dan ekonomi dari pengelolaan Ziswaf, termasuk dalam pencegahan bencana, dinilai perlu didukung kajian akademik.

“Dalam aspek sosial dan ekonomi, aktivitas Ziswaf memberikan kontribusi nyata terhadap masyarakat sekitar, dan dikatakan juga dapat mengantisipasi karhutla, itu kontribusi Ziswaf yang perlu ditegaskan dalam riset akademik,” ujar Sunaryo.

Diskusi tersebut juga menghadirkan CEO Rumah Zakat Irvan Nugraha yang membahas peran Ziswaf dalam aksi iklim dan pemulihan lingkungan. Koordinator Indonesia Zakat Watch Barman Wahidatan Anajar serta Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Agama dan Kepercayaan BRIN Fauziah turut memaparkan perspektif mengenai mitigasi bencana dan pemulihan masyarakat melalui instrumen keuangan sosial Islam.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ngeri Narkoba 1,1 Ton dari Malaysia ke Indonesia, Digagalkan Polri-BNN
• 22 jam lalu
0
thumb
Pemuda di Sumsel Tewas Dikeroyok 3 Teman gegara Utang Rp 45 Ribu
• 14 jam lalu
0
thumb
RI Pangkas Ekspor Gas, PM Singapura Lawrence Wong Akhirnya Buka Suara
• 8 jam lalu
0
thumb
Usai Dilantik, IAS Bidik Tambahan Kursi Golkar Sulsel
• 3 jam lalu
0
thumb
Rekaman CCTV Tunjukkan Detik-detik Pembunuhan Bharatu Valdo oleh Juniornya, Ada Empat Kali Tembakan
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.