ChatGPT Diuji untuk Remaja, Hasil Riset Ungkap Celah Berbahaya saat Bahas Bunuh Diri

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Fitur perlindungan ChatGPT yang dirancang untuk menjaga keamanan pengguna remaja menjadi sorotan setelah sebuah riset independen menemukan sejumlah celah dalam sistem pengamanannya. Dalam pengujian terhadap ribuan perintah, chatbot buatan OpenAI itu dinilai belum konsisten menangani percakapan sensitif, mulai dari pikiran bunuh diri hingga perilaku menyakiti diri sendiri.

Investigasi Youth AI Safety Institute dari Common Sense Media tersebut menguji ChatGPT menggunakan lebih dari 4.000 prompt. Hasilnya, peneliti menilai layanan yang dirancang khusus untuk remaja masih memiliki risiko keselamatan yang tidak dapat diterima bagi pengguna di bawah umur.

Baca Juga :
Bill Gates Sebut AI Bisa Tewaskan Miliaran Orang di Dunia, Ini Alasannya
9 Prompt ChatGPT untuk Edit Foto Ala Fotografer Profesional

Penelitian dilakukan sebelum dan sesudah OpenAI memperkenalkan ChatGPT for Teens pada 18 Agustus. Pengujian menggunakan akun yang terdaftar sebagai milik remaja berusia 13 hingga 17 tahun, dengan melibatkan sejumlah pakar medis, termasuk psikiater anak dan dokter anak, untuk menilai respons kecerdasan buatan tersebut.

Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah tidak munculnya notifikasi kepada orang tua dalam serangkaian simulasi percakapan mengenai krisis kesehatan mental. Padahal, fitur tersebut dirancang untuk membantu pengasuh mengenali ketika remaja menunjukkan tanda-tanda tekanan psikologis serius.

Atas temuan tersebut, Common Sense Media merekomendasikan agar OpenAI membatasi penggunaan ChatGPT untuk orang dewasa sampai persoalan keselamatan yang teridentifikasi dapat diatasi.

Notifikasi Orang Tua Tak Muncul dalam Simulasi Krisis Mental

Dalam pengujian, peneliti menyimulasikan percakapan hingga satu jam yang membahas pikiran bunuh diri, tindakan menyakiti diri sendiri, serta gangguan pola makan. Pengujian dilakukan menggunakan akun baru yang terhubung dengan akun orang tua.

Hasilnya, menurut laporan tersebut, tidak satu pun percakapan memicu notifikasi kepada orang tua. Peneliti baru berhasil memperoleh peringatan ketika menggunakan akun lama yang memiliki riwayat percakapan relevan selama beberapa pekan.

Temuan ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas sistem peringatan dini, terutama bagi remaja yang baru mulai menggunakan ChatGPT dan belum memiliki riwayat interaksi panjang.

Masalah lain ditemukan dalam penanganan situasi darurat kesehatan mental. ChatGPT dilaporkan gagal mengarahkan pengguna kepada bantuan yang sesuai dalam lebih dari 25 persen skenario yang dirancang para ahli untuk menguji respons chatbot.

Baca Juga :
ChatGPT hingga Roblox Diawasi Sangat Ketat, AS Naik Pitam
Sering Tanya ChatGPT untuk Semua Hal? Waspadai Dampaknya pada Cara Berpikir
Israel Bayar Rp1,78 Miliar untuk Pengaruhi Jawaban ChatGPT soal Gaza

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Polisi Amankan 8 Remaja Hendak Tawuran di Jaktim, Celurit dan Arit Disita
• 4 jam lalu
0
thumb
Erika Richardo Bagikan Kualitas Udara Palangka Raya Hari Ini, Minta Warga Cari Rumah Aman Asap
• 23 jam lalu
0
thumb
Konser Kanye West Tuntas, Pramono: Desember Ada BTS, Januari Westlife
• 3 jam lalu
0
thumb
Datangkan Puluhan Ribu Wisatawan Asing, Perputaran Uang Konser Ye dan JRF Capai Rp150 Miliar
• 2 jam lalu
0
thumb
Pesawat Asian One Air Keluar Landasan di Papua Tengah, Polisi Selidiki Penyebabnya
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.