HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA—Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu menyebut Joko Widodo (Jokowi) saat ini sudah di pinggir jurang terkait kasus ijazahnya.
Said Didu melontarkan penilaian itu dalam unggahan di X, Minggu, 25 Oktober 2026.
Menurutnya, skenario Jokowi tentang kasus ijazahnya sudah gagal total.
Said Didu menegaskan, Jokowi ingin menutupi masalah ijazah ini lewat tekanan penegak hukum; polisi dan kejaksaan dan melaporkan pihak yang mempermasalahkan dengan alasan perusakan nama baik.
“Dia berharap semua yg dilaporkan (atas tekanan penegak hukum) akan menyerah seperti yg terjadi pada ES, HDL, dan RS, tapi ternyata @DokterTifa dan @KRMTRoySuryo2 dan yg lainnya tetap lanjut,” ujarnya.
Nama-nama inisial yang disebut Said Didu merujuk pada Eggi Sudjana, Damai Hari Lubis, dan Rismon Sianipar yang memilih mekanisme keadilan restoratif (restorative justice) dalam kasus ijazah ini setelah menjadi tersangka.
Bagi Said Didu, saat Kapolri belum diganti, Jokowi selalu bagaikan gagah berani meyakinkan publik bahwa akan datang ke pengadilan menunjukkan ijazah aslinya.
“Tapi setelah Kapolri diganti Jokowi menghindar dan sampai saat ini hanya mengirim saksi,” ujar Said Didu.
Ia juga menyinggung kejadian di pengadilan. Para saksi yang sebelumnya mengaku pernah melihat langsung ijazah Jokowi memberikan keterangan berbeda di pengadilan.
“Karena merasa tidak ada lagi yg melindungi kebohongan seperti selama ini maka saksi tidak berani lagi berbohong di ruang pengadilan. Semua menyatakan tidak pernah melihat secara langsung ijazah Jokowi. Padahal sebelulmnya mereka kompak menyatakan pernah melihat,” katanya.
Makanya, Said Didu menyebut Jokowi kini tersudut. “Dengan makin terpojoknya, Jokowi sekarang justru menghadapi masalah yang sangat serius karena bukan hanya kasus ijazahnya yg akan terbuka – tapi yg akan terbuka adalah identitas Jokowi yang sebenarnya,” tandasnya. (amr)






Komentar (0)