Kanye West Beri Penghormatan kepada Michael Jackson saat Konser di Jakarta

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Rapper asal Amerika Serikat, Ye, memberikan penghormatan khusus kepada mendiang Raja Pop dunia, Michael Jackson, saat konser di SUGBK, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (24/10) malam. Momen ini tersaji saat Ye membawakan salah satu lagu hit populernya, Good Life.

Berdiri di puncak dome stage, Ye langsung memberi komando kepada puluhan ribu penonton untuk memberikan respek kepada sang legenda musik.

"Angkat dua jarimu ke udara kali ini saja untuk Michael Jackson," seru Ye lantang melalui mikrofon.

Penonton menyambutnya dengan gemuruh teriakan yang memadati area festival hingga tribun stadion. Puluhan ribu penonton terlihat mengacungkan jari telunjuk dan tengah ke udara mengikuti instruksi Ye.

Suasana stadion bergemuruh, mengiringi ketukan drum dan melodi lagu upbeat ini.

Lagu Good Life memiliki ikatan langsung dengan warisan musik Michael Jackson. Trek yang dirilis dalam album Graduation (2007) tersebut memuat sampel vokal ikonis dari lagu P.Y.T (Pretty Young Thing) milik Jackson yang dirilis pada 1982 melalui album legendaris Thriller.

Saat sampel vokal melengking khas Michael Jackson berkumandang, Ye tampil enerjik menyusuri permukaan kubah panggung.

Ia melantunkan bait lirik dengan lugas, sementara seluruh penonton di stadion bernyanyi bersama mengikuti melodi funk-pop bertempo cepat tersebut.

Visual layar dome stage dan cahaya stadion pun berubah dinamis menjadi lebih terang dan berwarna, mengimbangi energi.

Aksi panggung ini menjadi perhatian khusus penonton, mengingat Ye dikenal sangat minim melontarkan interaksi verbal di sela penampilannya.

Penghormatan terhadap Michael Jackson di SUGBK tadi malam menegaskan kembali pengakuan Ye terhadap figur idolanya tersebut di hadapan publik Indonesia.

Minim Fan Service

Selama hampir dua jam, Ye membawakan total 32 lagu dalam konser di Jakarta. Deretan lagu tersebut antara lain Bound 2, Heartless, Jesus Walks, dan Ghost Town.

Ye menutup konser dengan Runaway, lagu paling ikonik yang dirilisnya pada 2010.

Suara denting berulang berjarak beberapa detik itu langsung dikenali seisi stadion. Memegang mikrofon dan synthesizer, Ye berhasil melarutkan penonton ke dalam lagu yang bicata soal kerentanan, ego, dan penyesalan.

Meski visual dan lagunya sangat menggetarkan, Ye sangat minim interaksi dengan penonton. Sepanjang konser, Ye hampir lupa bahwa ada fans yang menyaksikannya, bahkan tak ada sekadar menyapa para penggemar yang memadati SUGBK.

Seperti di negara lain, hal ini mungkin dilakukan Ye agar fans fokus mencerna setiap pesan, kemegahan, dan kualitas yang disajikan Ye dalam penampilannya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Studi: 96% Terumbu Karang Dunia Terancam Rusak Parah pada 2075
• 16 jam lalu
0
thumb
BSU Rp900.000 Bisa Didapat Siapa Saja? Ini Kriteria Penerimanya
• 15 jam lalu
0
thumb
Jalan-Jalan ala Bridgerton di Inggris, Ini 7 Lokasi yang Wajib Masuk Bucket List
• 3 jam lalu
0
thumb
Pramono Jajal Lari 10K Jakarta Running Festival: Jujur Ngos-ngosan
• 3 jam lalu
0
thumb
Hasto PDIP Singgung Kasus Ijazah Gibran: Jadi Beban Bagi Presiden Prabowo
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.