UMKM Binaan Pertamina Buka Peluang Kerja hingga Lestarikan Budaya

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA – Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak hanya berperan dalam menciptakan lapangan kerja, tetapi juga berpotensi menjadi sarana pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat. Sejumlah pelaku usaha mengembangkan model bisnis yang melibatkan perajin lokal, perempuan, hingga penyandang disabilitas sekaligus membuka peluang untuk menjangkau pasar internasional.

Potensi tersebut terlihat dari perkembangan tiga UMKM binaan Pertamina, yakni Adhimas Batik di Klaten serta Joglo Ayu Tenan dan Kraton Leather di Yogyakarta. Melalui pembinaan, pelatihan, dan perluasan akses pasar, ketiga usaha tersebut mengembangkan kegiatan bisnis yang juga memberikan manfaat sosial bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga
  • Kades di Indramayu Sunat Uang Pembebasan Lahan Pertamina, Tilep Rp450 Juta
  • Pertamina Foundation Hadirkan Daycare Bumi Patra Simprug Wujudkan Lingkungan Kerja Ramah Keluarga
  • Dari Ruang Kelas ke Panggung MotoGP Mandalika, Pertamina Buka Akses Digital bagi Anak Disabilitas

Di Desa Jarum, Kecamatan Bayat, Klaten, Suyanto telah mengembangkan Adhimas Batik selama lebih dari 30 tahun. Usahanya tidak hanya memproduksi kain batik tulis, tetapi juga menghadirkan beragam produk dengan motif batik, mulai dari topeng, tempat tisu, nampan kayu, payung, hingga botol minum (tumbler).

Diversifikasi produk tersebut menjadi salah satu cara memperkenalkan batik kepada konsumen yang lebih luas, termasuk generasi muda. Pengembangan produk juga membuka peluang pemasaran baru tanpa meninggalkan keterampilan membatik sebagai warisan budaya.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Dalam kegiatan produksinya, Adhimas Batik melibatkan masyarakat sekitar, termasuk penyandang disabilitas wicara yang bekerja sebagai pembatik. Rumah produksinya juga menjadi tempat pembelajaran bagi pelajar, mahasiswa, dan wisatawan mancanegara yang ingin mengenal proses pembuatan batik secara langsung.

Suyanto mengikuti program pembinaan Pertamina sejak 2013 untuk mengembangkan kapasitas usahanya. Selain memperoleh pelatihan dan pendampingan, Adhimas Batik mendapatkan kesempatan mengikuti berbagai pameran, termasuk INACRAFT, yang membantu membuka akses pasar hingga mancanegara.

Model pemberdayaan masyarakat juga dikembangkan Joglo Ayu Tenan di Yogyakarta. Usaha yang didirikan Yayuk pada 2015 tersebut menggabungkan kegiatan ekonomi kreatif dengan konsep creative wellbeing, yakni aktivitas berkarya yang ditujukan untuk mendukung kesejahteraan mental dan emosional.

Melalui kegiatan menyulam, menganyam, melukis, meracik teh, hingga menulis jurnal (journaling), Joglo Ayu Tenan menyediakan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan kreativitas. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana kolaborasi bagi perajin, perempuan, komunitas kreatif, dan penyandang disabilitas.

Konsep usaha itu berangkat dari pengalaman Yayuk sebagai penyintas penyakit autoimun Guillain-Barré Syndrome (GBS). Pengalaman tersebut menginspirasinya untuk menghadirkan ruang kreatif yang memungkinkan pengunjung berkarya sekaligus memperoleh ketenangan melalui aktivitas yang mereka jalani.

Selain memberikan ruang pemberdayaan, Joglo Ayu Tenan mengembangkan produk berbasis budaya lokal yang menarik minat masyarakat dan wisatawan. Melalui pembinaan Pertamina sejak 2018, usaha tersebut memperluas jejaring bisnis dan menjangkau pasar internasional, termasuk Jepang yang menjadi salah satu tujuan ekspornya.

Sementara itu, Kraton Leather di Yogyakarta mengembangkan usaha kerajinan kulit dengan melibatkan perajin lokal dalam kegiatan produksi. Usaha yang dirintis Aziz Imawan Prasetyo atau Wawan tersebut berkembang dari bisnis berskala kecil menjadi kegiatan ekonomi yang melibatkan sejumlah mitra kerja.

Saat ini, sekitar 15 perajin terlibat dalam proses produksi Kraton Leather, sedangkan delapan orang lainnya mendukung kegiatan pemasaran. Produk kerajinan kulit yang dihasilkan juga telah menjangkau konsumen di Singapura, Malaysia, dan Inggris.

Wawan menerapkan pola kemitraan yang tidak hanya memberikan penghasilan kepada para perajin, tetapi juga membuka kesempatan untuk meningkatkan keterampilan. Melalui transfer pengetahuan, para mitra diharapkan memiliki kemampuan mengembangkan usaha secara mandiri pada masa mendatang.

Kraton Leather menjadi mitra binaan Pertamina sejak 2021. Dukungan yang diterima mencakup kesempatan mengikuti pameran dan kegiatan pemasaran untuk memperluas pengenalan produk kepada calon pembeli maupun mitra bisnis.

Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan pembinaan UMKM tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam menjalankan bisnis. Perusahaan juga berharap perkembangan usaha dapat menciptakan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat di lingkungan sekitarnya.

“Program pembinaan UMKM Pertamina dirancang untuk membantu pelaku usaha memperkuat kapasitas, memperluas akses pasar, dan meningkatkan daya saing. Kami berharap pertumbuhan UMKM juga mampu menciptakan manfaat ekonomi dan sosial yang dirasakan masyarakat secara langsung,” ujar Baron.

Menurut Baron, penguatan kapasitas usaha dan perluasan akses pasar menjadi kebutuhan penting agar UMKM dapat berkembang secara berkelanjutan. Dukungan tersebut diharapkan membantu pelaku usaha meningkatkan daya saing sekaligus memperluas manfaat kegiatan ekonomi bagi masyarakat.

Pengalaman ketiga UMKM tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan usaha dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat. Selain menciptakan peluang ekonomi, kegiatan bisnis yang melibatkan komunitas lokal juga membuka kesempatan bagi kelompok masyarakat untuk memperoleh keterampilan, penghasilan, dan akses pasar yang lebih luas.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Menteri PKP Maruarar Sirait Dorong Program Bedah Rumah Disertai Bantuan Modal Usaha dan Sertifikasi Tanah
• 18 jam lalu
0
thumb
Kapolda Metro Sebut Bedah Rumah di Kampung Ambon Hapus Narkoba Lewat Kesejahteraan
• 15 jam lalu
0
thumb
Ngebut di Jalan Sudirman, Denza Hantam 7 Kendaraan, 3 Orang Luka!
• 8 jam lalu
0
thumb
3 Ribu Hektare Sawah di Aceh Masih Rusak Berat Imbas Banjir Bandang Akhir 2025
• 10 jam lalu
0
thumb
Kantongi Investasi Rp116 Triliun, Sulawesi Tengah Masih Buka Pintu untuk Investor
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.