Prancis Minta Media Sosial TikTok hingga Instagram Diblokir Cegah Kerusuhan Lanjutan

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Paris, VIVA – Pemerintah Prancis dilaporkan telah meminta operator telekomunikasi untuk bersiap menangguhkan akses ke platform media sosial jika terjadi potensi kekerasan selama aksi unjuk rasa lanjutan Sabtu (24/10/2026).

Menurut media daring Prancis, Blast, Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu dilaporkan mengirimkan surat kepada perwakilan Orange, SFR, Free, dan Bouygues Telecom, Kamis (22/10/2026), menjelang aksi demonstrasi "Rompi Kuning" atau Yellow Vest pada Sabtu.

Baca Juga :
Apa Itu Virus Shamonda yang Bikin Geger Prancis? Pasien Pertama yang Terinfeksi Meninggal Dunia
1.000 Orang Ditahan Imbas Unjuk Rasa di Prancis!

Surat Lecornu itu dilaporkan berisi permintaan kepada para operator telekomunikasi Prancis untuk bersiap memblokir sementara akses ke platform media sosial—termasuk TikTok, Instagram, Snapchat, dan X—apabila terjadi kekerasan selama demonstrasi lanjutan.

Sejumlah anggota kabinet Lecornu dan direktur hukum dari perusahaan operator telekomunikasi Prancis itu juga mengadakan pertemuan daring menjelang aksi protes lanjutan itu.

Menurut notulen rapat, seperti dikutip Anadolu pada Minggu, Pemerintah Prancis ingin agar pembatasan akses ke platform-platform media sosial tersebut hanya berlaku untuk ponsel dan wilayah tertentu.

Namun demikian, para operator telekomunikasi Prancis menyatakan keberatan terhadap permintaan pemerintah dan menyatakan tidak memiliki kapasitas untuk menerapkan langkah-langkah tersebut dalam jangka pendek.

Hingga berita ini ditulis, Pemerintah Prancis belum memberikan tanggapan.

Sebelumnya, di 2024, Pemerintah Prancis juga pernah memblokir akses ke platform TikTok selama aksi protes di Kaledonia Baru. Lalu, pada 2025, Dewan Negara Prancis membatalkan keputusan pemerintah untuk membatasi akses ke platform tersebut di wilayah itu.

"Gerakan Rompi Kuning" kembali turun ke jalan pada Sabtu (24/10/2026) untuk memprotes kenaikan biaya hidup. Sekitar 1.000 orang telah ditahan dalam aksi unjuk rasa tersebut. (Ant)

Baca Juga :
Prancis Kerahkan 70.000 Polisi Jelang Demo Besar Gelombang Kedua, Museum Ditutup
Prancis Bersiap Hadapi Gelombang Demonstrasi Baru, Macron Perketat Pengamanan
Serikat Pekerja Umumkan Mogok Nasional, Prancis Tutup Museum dan Pusat Kebudayaan

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bos Pinjol Respons Hakim PN Jakpus Batalkan Putusan Kartel Bunga KPPU
• 20 jam lalu
0
thumb
IDSurvey Perkuat Komitmen Lawan Stunting Lewat Program SEHAT
• 15 jam lalu
0
thumb
Siswa SMP Kembangkan Alat Bantu Pengelolaan Emosi, Raih Emas ISIF 2026
• 22 jam lalu
0
thumb
Wihaji: Golkar Distribusikan 620 Ribu Paket Sembako di 38 Provinsi
• 4 jam lalu
0
thumb
Bahlil Jadi Menteri Paling Moncer dalam Survei IPO, Ternyata Ini Rahasianya
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.