jpnn.com, JAKARTA - Polemik klaim lahan Palemboko antara Sentul City dan Ozzy Sudiro memasuki babak baru.
Ditreskrimum Polda Jabar mulai mendalami perkara dengan melakukan permintaan keterangan sejumlah pihak terkait.
BACA JUGA: Pemilik Palm Boko Laporkan Sentul City ke Polda Jabar
Hal itu diketahui dari adanya surat undangan Nomor: B/5416/X/RES.1.24./Ditreskrimum tanggal 12 Oktober 2026 disusul surat undangan Nomor: B/5621/X/RES.1.24./Ditreskrimum tanggal 21 Oktober 2026.
Kedua undangan tersebut tidak dipenuhi para pihak terkait, yaitu Sentul City.
BACA JUGA: Sentul City Ajak Masyarakat Tanam 3.850 Pohon Harapan untuk Lingkungan Lestari
Meski tengah berproses secara hukum, pengelola Palemboko yang berlokasi di Desa Bojong Koneng Babakan Madang, Kabupaten Bogor masih merekam suasana pekerja Sentul City yang dengan sengaja menggarap lahan milik Ozzy Sulaiman Sudiro.
Video diambil pada Jumat (23/10/2026) pukul 16:00 WIB.
BACA JUGA: Sentul City Pastikan Tetap Menjaga Ruang Hidup Nyaman bagi Masyarakat
Ozzy Sudiro menyebut Sentul City rupanya tak mempedulikan adanya laporan ke Ditreskrimum Polda Jabar atas dugaan perusakan dan pemerasan yang dilaporkan Pepen Efendi selaku pengelola Palemboko.
Menurut Ozzy Sudiro, seharusnya penyelesaian jalur hukum dihormati bagi setiap warga negara, termasuk korporasi.
"Infonya dua kali pemanggilan di Polda Jabar mereka (Sentul City, red) mangkir. Kalau benar kenapa harus takut, dan saya lebih memilih jalur hukum bukan melawan fisik adu massa hal ini untuk menghindari kekerasan sehingga membuat tidak kondusif apalagi berdekatan dengan Pak Prabowo," ujar Ozzy Sudiro.
Dalam video yang dikirim warga, tampak para pekerja telah mendirikan bedeng dan tengah melakukan pembangunan fondasi di lahan milik Ozzy Sudiro.
Terpisah, PT Sentul City Tbk membantah tegas tuduhan pemerasan dan penyerobotan lahan yang dialamatkan kepada pihak PT Sentul City oleh pengelola kawasan Palemboko, Pepen Efendi.
Pihak manajemen menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar.
Menurut pihak PT Sentul City Tbk. Pepen Efendi sedang melakukan permohonan pinjam pakai atas lahan milik PT Sentul City Tbk dan mengakui lahan tersebut adalah lahan PT Sentul City Tbk.
Public Relations PT Sentul City Tbk, Maesa Putri, menyatakan area yang disengketakan di Desa Bojong Koneng, Babakan Madang, Kabupaten Bogor tersebut sepenuhnya merupakan aset berizin dan legal milik PT Sentul City Tbk.
"Tuduhan pemerasan maupun tindakan sewenang-wenang itu sama sekali tidak benar, itu lahan PT Sentul City, dan informasi yang kami dapatkan dari legal PT Sentul City, bahwa Pepen Efendi tengah mengajukan pinjam pakai lahan tersebut. Bahkan yang bersangkutan juga mengakui lahan itu milik PT Sentul City," tegas Maesa Putri saat memberikan keterangannya , Sabtu (24/10/2025).
Terpisah, Pepen Efendi membantah mengajukan pinjam pakai atas lahan milik Ozzy Sudiro kepada Sentul City.
Dia mengungkapkan seseorang perwakilan Sentul City bernama Abdul Wahid pernah memintanya menandatangani berkas yang tidak ia ketahui peruntukannya.
Pepen juga mengaku dimintai secara paksa uang sebesar Rp 200 juta agar lahannya tidak diganggu, namun karena tidak bisa memenuhi permintaan tersebut, maka lahannya digarap Sentul City.
Lebih lanjut, Pepen menyebut alas hak kepemilikan tanah milik Ozzy Sudiro lengkap, jauh sebelum keberadaan Sentul City.
Termasuk ada Sekolah Dasar, masjid dan Warga yang satu hamparan.
"Kami memilih jalur hukum agar jelas alur pidana dan perdatanya. Ini bukan soal menggiring opini publik, kami bersama warga yang tergabung Forum Masyarakat Sentul (Formas) hanya memperjuangkan hak, semua bukti-bukti dan dokumen surat lengkap sebelum Sentul City ada. Bahkan laporan pajakpun dibayar atas lahan tersebut juga lengkap," ungkap Pepen.(fri/jpnn)
Redaktur & Reporter : Friederich Batari





Komentar (0)