Jakarta: Mantan Panglima TNI Laksamana (Purn) Widodo Adi Sutjipto atau yang akrab disapa Widodo AS meninggal dunia pada Minggu, 25 Oktober 2026. Kepergian Panglima ke-14 TNI itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar TNI.
"Pangkoarmada RI turut berdukacita atas wafatnya Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto Panglima Tentara Nasional Indonesia Ke-14. Teriring doa, semoga husnul khotimah, mendapatkan rahmat dan maghfiroh dari Allah Subhanahu Wata'ala. Aamiin Yaa Rabbal Alamin," tulis akun resmi Instagram Pangkoarmada RI @koarmada_ri, Minggu, 25 Oktober 2026.
Baca Juga :
Tekan Asap Karhutla Papua, Tim Gabungan Terapkan OMC Dry Ice
Kepergian Widodo AS menjadi kehilangan besar bagi bangsa Indonesia, mengingat rekam jejaknya yang krusial dalam sejarah kepemimpinan militer di Tanah Air.
Widodo AS mencatatkan sejarah sebagai perwira tinggi pertama dari Angkatan Laut (AL) yang menjabat sebagai Panglima TNI (dahulu ABRI). Ia dilantik oleh Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada 1999 dan mengemban amanah tersebut hingga tahun 2002.
Mantan Panglima TNI Laksamana (Purn) Widodo Adi Sutjipto meninggal dunia pada Minggu, 25 Oktober 2026. Foto: Dok. Puspen TNI.
Sebelum menduduki posisi puncak militer, Widodo AS memiliki karier cemerlang di lingkungan TNI AL, salah satunya dengan menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL). Penunjukannya sebagai Panglima TNI kala itu sekaligus memecahkan tradisi dominasi Angkatan Darat pada pucuk pimpinan tertinggi militer.
Setelah purnatugas dari dinas militer, pengabdian Widodo AS terus berlanjut di pemerintahan. Ia dipercaya mengemban sejumlah jabatan strategis nasional, antara lain sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) di era Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono periode 2004–2007, serta anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada 2010–2014.





Komentar (0)