Jakarta, CNBC Indonesia - Kepolisian Turki menahan 26 orang, termasuk seorang mantan birokrat Kementerian Keuangan serta jajaran eksekutif dana investasi. Penangkapan ini merupakan bagian dari operasi penyelidikan atas skandal penipuan dana investasi raksasa bernilai miliaran dolar yang tengah mengguncang negara tersebut.
Sebagaimana dikutip dari AFP, skandal ini mulai mencuat dan menyita perhatian publik sejak satu bulan terakhir. Pihak kejaksaan saat ini tengah mendalami dugaan manipulasi pasar secara luas yang dilaporkan telah merugikan tabungan dari sekitar 455.000 investor individu.
Operasi kepolisian ini dilakukan hanya sehari setelah Menteri Keuangan Mehmet Simsek memberikan ultimatum tegas. Ia memperingatkan bahwa siapa pun yang tidak secara sukarela mengembalikan keuntungan yang diperoleh melalui aktivitas pengganggu pasar tersebut akan segera menghadapi proses hukum.
Pada Selasa, Simsek juga mengklaim bahwa pihak berwenang telah mengetahui nama-nama setiap orang yang meraup keuntungan dari skandal ini, meskipun ia tidak menyebutkan secara pasti berapa banyak pihak yang terlibat.
"Mereka yang memperoleh keuntungan nyata sebesar 10 juta lira (Rp3,63 miliar) atau lebih akan didekati," ungkapnya dilansir dari AFP, dikutip Minggu (15/10/2026).
"Jika tidak ada pengembalian sukarela, kementerian kehakiman akan memulai prosedur hukum yang relevan."
Krisis ini telah memunculkan pertanyaan yang tidak nyaman tentang siapa sebenarnya yang meraup keuntungan haram tersebut. Kondisi ini pada akhirnya memberikan tekanan besar pada partai berkuasa AKP pimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan. Terlebih lagi, seorang mantan menteri juga telah mengundurkan diri menyusul deretan tuduhan tentang aktivitas investasinya.
Melalui pernyataan resminya, jaksa penuntut menegaskan bahwa mereka telah mengeluarkan surat perintah untuk 31 orang. Dari jumlah tersebut, 26 orang di antaranya telah berhasil ditahan, sementara polisi masih memburu lima orang lainnya.
Di antara mereka yang masih buron adalah Nusret Altinbas, pemilik konglomerat swasta besar Turki bernama Altinbas Holdings. Menurut laporan kantor berita pemerintah Anadolu, saudara laki-laki Nusret saat ini sudah ditahan dan aset keluarganya juga telah dibekukan.
Kementerian Kehakiman mencatat bahwa hingga 4 Oktober, sebanyak 85 orang telah dipenjara sambil menunggu persidangan dalam kasus ini. Belum jelas atas tuduhan spesifik apa para tersangka terbaru ini ditahan atau kapan mereka akan dibawa ke pengadilan.
Namun, kepolisian memastikan bahwa daftar tersangka mencakup 16 nama eksekutif dan staf dari berbagai perusahaan manajemen portofolio yang sebelumnya sudah terseret dalam skandal tersebut, di antaranya Atlas, Pardus, Hedef, Tera, dan A1.
Gelombang pembersihan akibat skandal ini juga terus meluas ke berbagai lini. Pada Senin, kepala regulator pasar modal Turki SPK secara mengejutkan dipecat setelah baru menjabat selama lima bulan, hanya beberapa hari setelah jaksa mulai menyelidiki pendahulunya.
Pada hari yang sama, wakil Simsek, yaitu Osman Celik, juga memutuskan untuk mengundurkan diri, berselang dua minggu setelah menantunya dipenjara sambil menunggu persidangan dalam pusaran skandal dana ini.
(pgr/pgr)





Komentar (0)