Seoul: Yardeni Research menyebut, lonjakan sektor semikonduktor di Korea Selatan telah menjadikan pasar saham negara tersebut sebagai salah satu pasar yang paling terkonsentrasi pada kecerdasan buatan (AI) di dunia.
Dalam catatan riset pada 21 Oktober, Yardeni Research menyatakan bahwa Korea Selatan telah mengubah model pertumbuhan ekonominya dengan berfokus pada AI secara lebih agresif dibandingkan negara ekonomi besar lainnya. Hal ini terlihat dari ekspor, investasi, laba perusahaan, dan valuasi ekuitas dengan permintaan semikonduktor.
Dikutip dari Investing, Minggu, 25 Oktober 2026, ekspor semikonduktor melonjak 263 persen secara tahunan (year-on-year) pada September, mencakup 41 persen dari total ekspor negara tersebut.
Secara keseluruhan, ekspor naik 83,5 persen hingga mencapai rekor USD120,9 miliar, yang menandai peningkatan bulanan selama 16 bulan berturut-turut.
Lonjakan ini, yang dipimpin oleh produsen cip Samsung Electronics dan SK Hynix, telah menjadikan semikonduktor sebagai industri ekspor dominan di Korea Selatan, melampaui sektor-sektor tradisional seperti otomotif, pembuatan kapal, dan elektronik konsumen.
Baca Juga :
BEI: 9 Perusahaan Antre IPO hingga Oktober 2026(Ilustrasi cip. Foto: Freepik) Kerentanan dampak investasi AI Namun, konsentrasi ini juga meningkatkan kerentanan pasar terhadap perubahan dalam investasi AI global.
Indeks Kospi Korea Selatan sempat mencapai rekor 9.385 pada bulan Juni sebelum terkoreksi ke angka sekitar 5.552. Penurunan lebih lanjut sebesar 3,7 persen pada 20 Oktober membuat kenaikan sejak awal tahun (year-to-date) menjadi 32 persen.
Lonjakan sektor semikonduktor juga mempersulit kebijakan moneter Bank of Korea, yang harus menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi yang kuat dengan inflasi yang terus bertahan. Inflasi bulan September tercatat sebesar 2,9 persen, di atas target bank sentral yang sebesar dua persen, sementara PDB kuartal kedua tumbuh 3,8 persen secara tahunan (year-on-year).
Yardeni mengatakan pasar memperkirakan para pembuat kebijakan akan mempertahankan suku bunga di angka tiga persen, setelah dua kali kenaikan masing-masing sebesar seperempat poin tahun ini, meskipun kemungkinan kenaikan lanjutan pada bulan November masih tetap ada.
Laporan tersebut memperingatkan bahwa perubahan arah yang tajam dalam pengeluaran untuk kecerdasan buatan (AI) dapat sangat mengganggu perekonomian Korea Selatan yang bernilai USD2,25 triliun.
Michael Drury dari McVean Trading & Investments menyebut Asia sebagai pusat potensial terjadinya koreksi pasar yang dipicu oleh AI, dengan Korea Selatan dan Taiwan sebagai pihak yang paling rentan terdampak.
Sementara itu, inisiatif investasi AI melalui kerja sama pemerintah dan swasta senilai lebih dari USD1 triliun, yang diusulkan oleh Lee Jae-myung, bertujuan untuk mendistribusikan manfaat ekonomi dari teknologi tersebut ke wilayah-wilayah yang kurang sejahtera.





Komentar (0)