Barcelona: Kepolisian Spanyol turun tangan pada Sabtu 24 Oktober 2026 setelah unjuk rasa yang diorganisir oleh kaum muda di Barcelona berubah menjadi ricuh.
Ratusan anak muda berpakaian serba hitam berkumpul di Catalonia Square menyusul seruan untuk berunjuk rasa yang tersebar di media sosial dengan tagar berbahasa Katalan, "Institut Indignats".
Gerakan ini terinspirasi oleh "Lycees Indignes"—sebuah gerakan yang memelopori aksi protes pelajar di Prancis dalam beberapa pekan terakhir.
“Beberapa pengunjuk rasa menjarah toko, membakar tempat sampah, serta melemparkan batu dan botol ke arah aparat keamanan, yang memicu intervensi dari pihak kepolisian,” sebut laporan dari Anadolu, Minggu 25 Oktober 2026.
Setelah tindakan polisi, para pengunjuk rasa membubarkan diri dalam kelompok-kelompok kecil. Bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa dilaporkan terjadi di jalan-jalan sekitar, beberapa orang mengalami luka-luka, sementara yang lain ditahan.
Peristiwa ini berlangsung di pusat kota Barcelona, tepat di dekat lokasi perkemahan yang telah didirikan sejak beberapa pekan lalu untuk menuntut hak atas perumahan, di tengah kerumunan warga dan wisatawan.
Kepolisian kota Barcelona, Guardia Urbana, mengumumkan penutupan sejumlah ruas jalan di pusat kota menyusul kerusuhan tersebut. Banyak pemilik toko menurunkan tirai pengaman mereka untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
Salvador Illa, presiden pemerintah regional Katalan, mengecam keras tindakan kekerasan dan vandalisme tersebut.
"Serangan, ancaman, atau tindakan yang menimbulkan kerusakan bukanlah hak demokratis. Siapa pun yang melakukan hal ini harus menanggung akibatnya," tulis Illa melalui platform X.
Ia menambahkan bahwa kekerasan tidak memiliki tempat di Katalan dan tidak ada pembenaran apa pun untuk tindakan tersebut.





Komentar (0)