Aden: Otoritas Yaman pada Sabtu 24 Oktober 2026 menyatakan bahwa kelompok Houthi menargetkan Bandara Internasional Aden, pelabuhan di Distrik al-Tawahi, serta dua fasilitas penjaga pantai menggunakan rudal balistik.
Kementerian Informasi melaporkan adanya serangan rudal balistik susulan yang menyasar bandara dan pelabuhan tersebut melalui unggahan di platform media sosial X, namun tidak memberikan perincian mengenai korban jiwa maupun kerusakan yang ditimbulkan.
Secara terpisah, Kementerian Dalam Negeri menyatakan bahwa dua rudal balistik menyasar markas besar penjaga pantai di kompleks kementerian tersebut, sementara satu rudal lainnya menghantam bangunan penjaga pantai di distrik al-Tawahi. Pernyataan itu tidak menyebutkan adanya korban jiwa.
Sebelumnya pada Sabtu, koresponden Anadolu melaporkan terdengarnya tiga ledakan kuat di Aden, yang merupakan ibu kota sementara Yaman.
"Kami telah menargetkan kumpulan pasukan militer di kamp al-Nasr serta sebuah pangkalan angkatan laut di Aden," ujar Saree, seperti dikutip dari Anadolu, Minggu 25 Oktober 2026.
Ia menuding bahwa sejumlah perwira Arab Saudi, yang dipimpin oleh Brigadir Jenderal Badr Salah al-Harbi, "mengawasi proses pengumpulan dan perlengkapan pasukan tersebut" sebagai persiapan untuk melancarkan serangan terhadap kelompok Houthi.
Saree juga memperingatkan warga Yaman agar tidak bergabung dengan pasukan yang dimobilisasi oleh Arab Saudi.
Pernyataan Saree tidak menyinggung soal Bandara Internasional Aden ataupun merinci jenis senjata yang digunakan.
Kementerian Dalam Negeri menyatakan bahwa serangan ini menyusul serangkaian serangan sebelumnya terhadap fasilitas sipil dan infrastruktur vital di Aden, termasuk serangan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone) yang berulang kali menyasar bandara internasional tersebut.
Pihak kementerian memperingatkan bahwa penargetan terhadap fasilitas vital dan infrastruktur publik mengancam keamanan serta stabilitas kota, membahayakan warga sipil, dan mengganggu kinerja lembaga-lembaga yang menyediakan layanan keamanan serta layanan publik.
Pemerintah Yaman beserta sekutunya menguasai Aden dan sebagian besar wilayah di provinsi bagian selatan dan timur, sementara kelompok Houthi mengendalikan ibu kota Sanaa serta sebagian besar wilayah di Yaman bagian utara dan barat.
Sejak 2015, Arab Saudi telah memimpin koalisi militer yang mendukung pemerintah Yaman dalam menghadapi kelompok Houthi.
Eskalasi terkini antara pasukan pemerintah Yaman dan kelompok Houthi mulai terjadi pada Juli, menyusul runtuhnya kesepakatan gencatan senjata 2022. Kelompok tersebut juga telah menyasar situs-situs energi dan sipil di Arab Saudi.





Komentar (0)