BOGOR — Dewa United mengawali kiprahnya di IBL All Indonesian Cup 2026 dengan kemenangan dramatis atas Pelita Jaya Jakarta. Dewa United menang tipis 61-59 dalam pertandingan Grup B di Laga Tangkas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (24/10/2026), setelah Dio Tirta Saputra memasukkan satu tembakan bebas pada 3,9 detik terakhir.
Dewa United sempat unggul 56-50 melalui lay up Hardianus Lakudu saat pertandingan menyisakan 2 menit 38 detik. Namun, Pelita Jaya perlahan memangkas ketertinggalan. Steal Prastawa yang dilanjutkan dengan assist kepada Muhammad Arighi pada sisa 35 detik membuat skor kembali imbang 58-58.
- Dewa United Bidik Gelar Juara IBL All Indonesian 2026, Sebut Pelita Jaya dan Satria Muda Rival Berat
- Johannis Winar Optimistis Pelita Jaya Kalahkan Dewa United di Laga Pembuka IBL All Indonesian
- Ini Undian IBL All Indonesian 2026/2027, Panggung Pebasket Lokal Unjuk Kemampuan
Kaleb Ramot Gemilang kemudian memasukkan dua tembakan bebas untuk membawa Dewa United unggul 60-58 dengan sisa 25 detik. Pelita Jaya mendapat kesempatan memperkecil jarak melalui dua tembakan bebas Prastawa pada sembilan detik terakhir, tetapi hanya satu yang berhasil dikonversi menjadi angka.
Dio akhirnya memperlebar keunggulan Dewa United menjadi 61-59 melalui satu tembakan bebas pada sisa 3,9 detik. Pelita Jaya mengambil time out untuk merancang serangan terakhir. Brandon Jawato mengirimkan bola kepada Vincent, tetapi tembakan dua angka center Pelita Jaya itu gagal menemui sasaran. Skor 61-59 bertahan hingga pertandingan berakhir.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Dio menjadi pencetak angka terbanyak Dewa United dengan 19 poin, disusul Kaleb Ramot yang menyumbangkan 16 poin. Sementara itu, Brandon Jawato memimpin perolehan angka Pelita Jaya dengan 13 poin dan Vincent menambahkan 10 poin.
Pelatih Dewa United Yurifan Hosen mengakui pertandingan tersebut memberikan tekanan besar bagi timnya. Ia menyoroti penampilan pertahanan yang solid pada kuarter kedua dan ketiga, ketika Pelita Jaya hanya mencetak total 15 poin. Namun, sejumlah turnover pada kuarter keempat sempat memberikan kesempatan kepada lawan untuk mengejar.
“Siapa pun pemain yang berada di lapangan, ketika kami berada dalam situasi sulit, kami selalu menghadapinya bersama-sama. Tidak ada yang saling menyalahkan. Kami justru memikirkan apa yang harus dilakukan selanjutnya,” kata Yurifan.
Dio mengaku bersyukur timnya mampu melewati pertandingan pertama dengan kemenangan. Menurut dia, persiapan keras dan upaya membangun kekompakan bersama pemain-pemain baru menjadi bagian penting dalam menghadapi kompetisi musim ini.
“Kami sudah menjalani latihan dengan sangat keras, bisa dibilang mati-matian, karena hasil yang kami raih tahun lalu kurang maksimal. Jadi, kami harus memaksimalkan kesempatan mulai dari All Indonesian ini,” ujar Dio.
Ia juga menegaskan ambisinya untuk kembali menjadi juara bersama Dewa United.
Di kubu Pelita Jaya, pelatih Johannis Winar menilai timnya mengawali pertandingan dengan baik, tetapi mengalami penurunan performa pada kuarter kedua dan ketiga sebelum bangkit pada kuarter penentuan. Ia menyoroti buruknya penyelesaian akhir, termasuk kegagalan memasukkan lay up, tembakan bebas, dan tembakan tiga angka.
“Dari sisi kualitas peluang, kami harus memperbaiki kemampuan dalam memaksimalkan kesempatan yang didapat. Itulah gambaran pertandingan tadi,” kata Winar.
Pemain Pelita Jaya, Andakara Prastawa, juga mengakui timnya gagal menjaga konsistensi. Ia menyebut persentase tembakan tiga angka timnya hanya sekitar 13 persen, sedangkan tembakan bebas berada di bawah 50 persen. Menurut dia, catatan tersebut menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.
“Saya sendiri melakukan banyak kesalahan, begitu juga tim. Dengan persentase seperti itu, tentu sulit untuk memenangkan pertandingan. Untungnya, ini baru pertandingan pertama. Masih ada tiga pertandingan di fase grup dan dua pertandingan lagi untuk mencapai target kami,” ujar Prastawa.
Prastawa menegaskan, kekalahan tersebut tidak bisa dibebankan kepada satu pemain, termasuk pemain yang gagal mengeksekusi peluang terakhir. Ia menilai persoalan utama terletak pada performa tim yang menurun pada kuarter kedua dan ketiga. Evaluasi menyeluruh diperlukan agar kesalahan serupa tidak terulang pada pertandingan berikutnya.
Winar juga membela keputusan timnya dalam menyusun serangan terakhir. Menurut dia, pilihan untuk memberikan peluang kepada Prastawa atau Vincent telah dipertimbangkan berdasarkan pergerakan pemain dan pertahanan lawan. Ia menegaskan, kegagalan satu tembakan tidak seharusnya menjadi satu-satunya tolok ukur untuk menilai keputusan tersebut.
“Kita tidak bisa menilai seorang pemain hanya berdasarkan satu situasi. Namun, yang terpenting adalah mengevaluasi bagaimana kami bermain pada kuarter kedua dan ketiga, lalu memperbaikinya,” kata Johannis.
Selain mengejar kemenangan, Winar mengatakan Pelita Jaya ingin memberikan kesempatan bermain kepada para pemain yang musim lalu minim menit bermain. Ia menyebut Oka Ananta, Neo Pande, dan Indra Muhammad sebagai pemain yang terus dipantau perkembangannya melalui latihan dan kesempatan bertanding.
“Saya percaya kepada para pemain. Mereka berlatih keras setiap hari. Bagi saya, ini hanya masalah waktu. Kita harus bersabar dan terus mendorong mereka agar berkembang lebih jauh,” ujarnya.
Sementara itu, Yurifan menilai pengalaman Kaleb Ramot yang telah tiga kali menjuarai kompetisi bersama tiga tim berbeda dapat menularkan mentalitas juara kepada pemain muda Dewa United. Ia juga mengapresiasi perkembangan Kennie Elbert Kristanto yang mampu menjaga ketenangan meski baru berusia 19 tahun dan menghadapi pertandingan ketat melawan Pelita Jaya.
Pada pertandingan Grup B lainnya, Hangtuah mengalahkan Satya Wacana Salatiga dengan skor 62-58. Sementara itu, RANS Simba Bogor menaklukkan Pacific Caesar Surabaya 73-65.





Komentar (0)