Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali menilai popularitas Joko Widodo (Jokowi) belum cukup untuk mengantarkan partainya menjadi juara. Menurut dia, dukungan terhadap figur populer harus diimbangi dengan mesin organisasi yang kuat dan struktur partai yang tertata.
Ahmad Ali menyampaikan hal tersebut saat ditemui di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (24/10/2026).
Ia menjelaskan, figur yang memiliki banyak pendukung membutuhkan struktur organisasi untuk menghimpun dan menyalurkan dukungan masyarakat. Tanpa mesin partai yang berjalan efektif, potensi dukungan tersebut sulit dimaksimalkan.
Jokowi menjadi salah satu figur utama yang diandalkan PSI. Namun, Ahmad Ali menilai besarnya jumlah pendukung mantan presiden itu perlu diimbangi dengan struktur organisasi yang mampu menampung mereka.
Untuk memperkuat mesin partai, PSI kini mengevaluasi struktur organisasi melalui rapat kerja di tingkat wilayah dan daerah. Evaluasi ini dilakukan untuk memastikan pembentukan struktur sesuai target dalam peraturan organisasi (PO) PSI.
Partai tersebut menetapkan target jumlah anggota pada setiap tingkatan organisasi, yakni 10 orang di tingkat desa, 15 orang di tingkat kecamatan, 25 orang di tingkat kabupaten, dan 45 orang di tingkat provinsi.
Ahmad Ali juga mengungkapkan bahwa penguatan struktur organisasi menjadi salah satu pesan Jokowi kepada jajaran PSI.
Pesan itu disampaikan Jokowi sebelum meninggalkan lokasi Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI di SICC, Kabupaten Bogor.
Jokowi menghadiri Rakorda PSI pada Sabtu sore bersama putra bungsunya yang juga Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep. Kedatangan keduanya disambut Ahmad Ali dan jajaran pengurus partai.
Baca Juga: Soal IKN: Mantan Ketua MK Puji Jokowi 'Presiden Gila', Profesor NTU Singapura Sebut Prabowo Lebih Suka di Jakarta
Jokowi terlihat mengenakan kemeja putih berlogo PSI dan topi putih. Sementara itu, Kaesang mengenakan pakaian putih serta topi berlambang gajah dengan kepala berwarna merah.
Keduanya sempat melayani permintaan swafoto dari para kader sebelum memasuki ruang acara.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelantikan pengurus PSI Kabupaten Bogor. Setelah pelantikan selesai, Jokowi meninggalkan lokasi karena harus menghadiri kegiatan lain.






Komentar (0)