Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menawarkan hadiah Rp10 juta bagi masyarakat yang memberikan informasi mengenai pelaku pencurian kayu sono keling. Sayembara ini diumumkan di tengah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan.
Informasi mengenai sayembara tersebut disampaikan melalui Diskominfo Jawa Barat pada 24 Oktober 2026.
Selain mengungkap kasus pencurian kayu, Dedi juga mengingatkan masyarakat agar tidak lagi membuka lahan pertanian dengan cara membakar ilalang menjelang musim tanam pada November.
Menurutnya, kebiasaan membakar ilalang kerap dilakukan petani menjelang masa tanam. Namun, praktik tersebut harus dihentikan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan.
Di tengah penanganan karhutla, Dedi memantau langsung kondisi kawasan Gunung Ciremai menggunakan helikopter yang dilengkapi fasilitas water bombing.
Berdasarkan hasil pemantauan udara, luas kawasan yang terbakar tercatat sekitar 30 hektare. Angka tersebut sekaligus meluruskan informasi sebelumnya yang menyebut luas kebakaran mencapai 60 hektare.
Setelah dua hari penanganan intensif, kondisi kebakaran dilaporkan menurun. Sekitar 20 persen titik api masih tersisa, tetapi berada di lokasi yang dinilai tidak terlalu rawan.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat turut mengerahkan bantuan helikopter dari Kementerian Pertahanan, Markas Besar TNI, TNI Angkatan Udara, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Bantuan tersebut digunakan untuk menjangkau titik api yang sulit diakses melalui jalur darat.
Dedi menjelaskan, penanganan kebakaran di Gunung Ciremai memiliki tantangan tersendiri karena kondisi topografinya berbeda dengan kebakaran hutan di Kalimantan. Di Ciremai, api cenderung merambat ke atas, sementara cadangan air terbatas.
Untuk mencegah api meluas, pemerintah juga mengupayakan pemulihan fungsi saluran air alami di dalam kawasan hutan. Sebanyak 500 orang dikerahkan untuk membersihkan sampah yang menyumbat kanal agar aliran air dapat kembali berfungsi sebagai sekat alami yang menghambat penyebaran api.
Baca Juga: Tak Seperti KDM, Beda Kelakar Prabowo Wagub Kaltim yang Tak Hadir TPAKD: Uang Jalannya Dikembalikan
Dedi juga menjelaskan ketidakhadirannya dalam agenda kenegaraan tingkat nasional. Ia menyatakan telah menyampaikan kondisi darurat kebakaran di Gunung Ciremai kepada Menteri Sekretaris Negara dan Sekretaris Kabinet melalui pesan singkat.
Menurut Dedi, langkah penanganan karhutla tersebut dilakukan setelah berkomunikasi dengan jajaran pemerintah pusat. Ia juga menyebut telah menerima arahan Presiden untuk menangani kebakaran di kawasan Gunung Ciremai.
Dedi menegaskan, penanganan darurat menjadi prioritas karena api harus segera dikendalikan agar tidak meluas ke kawasan hutan lainnya.






Komentar (0)