REPUBLIKA.CO.ID, TIMIKA, – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah memberikan dukungan penuh kepada PT Freeport Indonesia yang akan menjadi tuan rumah Indonesian Fire Rescue Competition (IFRC) ke-8 tahun 2026. Kompetisi bergengsi ini dijadwalkan berlangsung di Kota Timika, Kabupaten Mimika, pada 23 hingga 31 Oktober 2026.
Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa menegaskan bahwa kehadiran seluruh kepala daerah di Papua Tengah pada pembukaan kegiatan merupakan wujud nyata dukungan terhadap pelaksanaan kompetisi ini. Ia berharap seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar dan membanggakan.
"Ini menandakan bahwa kami semua mendukung PT Freeport Indonesia dan seluruh kompetisi yang digelar. Kami berharap semua akan berjalan baik dan membanggakan negeri ini, pribadi dan perusahaan," ujar Meki di Timika, Sabtu.
Gubernur juga menyampaikan pesan khusus kepada para pelajar yang turut dilibatkan dalam kompetisi ini. Ia meminta mereka menjadikan momentum ini sebagai ajang pembelajaran yang berharga. "Saksikan dengan baik dan ini menjadi pelajaran dan ambil itu maknanya dan pegang baik-baik, sehingga ini menjadi bekal untukmu di masa-masa yang akan datang," pesannya.
Meki memberikan apresiasi tinggi kepada PT Freeport Indonesia atas kontribusi besarnya bagi masyarakat di Tanah Papua, khususnya bagi Pemprov Papua Tengah. Ia berharap seluruh peserta IFRC 2026 memanfaatkan kesempatan ini untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
.rec-desc {padding: 7px !important;} Kebanggaan Freeport Jadi Tuan Rumah
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas menyatakan bahwa penyelenggaraan IFRC ke-8 merupakan momentum yang membanggakan bagi perusahaan. Ini merupakan kali ketiga PT Freeport dipercaya menjadi tuan rumah setelah sebelumnya pada tahun 2005 dan 1996.
Menurut Tony, PT Freeport tumbuh dan berkembang di tengah berbagai tantangan operasional yang unik dan kompleks di Tanah Papua. Perusahaan terus belajar, beradaptasi, dan membangun kompetensi sehingga mampu mencapai standar kelas dunia. "Karena itu kami bangga mengusung semangat tumbuh bersama Papua, berkarya untuk Indonesia yang mencerminkan keberhasilan yang ditempa di Tanah Papua dapat menjadi kontribusi nyata bagi bangsa," ujarnya.
Tony menekankan bahwa pengalaman penanganan keadaan darurat tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antarperusahaan, TNI-Polri, Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta berbagai instansi terkait lainnya agar setiap situasi darurat dapat ditangani secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
"Melalui IFRC ini, mari kita memperkuat jejaring, mengasah kemampuan, dan membangun kesiapsiagaan bersama," ajaknya. Ia berpesan kepada seluruh peserta agar menjadikan kompetisi ini bukan sekadar ajang saling mengalahkan, melainkan sebagai sesuatu yang positif untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan meningkatkan kapabilitas.
"Semangat utama kegiatan ini adalah keselamatan, sebuah nilai fundamental yang harus menjadi bagian integral bagi setiap perusahaan dan individu. Mari selalu kita ingat, bahwa keselamatan itu dimulai dari diri sendiri, tercermin dalam setiap keputusan dan tindakan serta dibangun sejak dari rumah sebelum kita melangkah ke tempat kerja. Dari Tanah Papua untuk keselamatan Indonesia," tegas Tony.
Ajang Uji Kemampuan dan Jalin Jejaring
Ketua Panitia IFRC 2026 Periyadi menambahkan bahwa kompetisi ini bukan hanya tentang kecepatan, skor, dan siapa yang berdiri di podium tertinggi. Lebih dari itu, kompetisi ini merupakan sarana untuk menguji kemampuan, memperluas wawasan, berbagi pengalaman, serta memperoleh dan memperkuat jejaring profesional antarpraktisi fire and rescue Indonesia.
"Melalui kompetisi ini kita belajar bahwa keberhasilan sebuah operasi penyelamatan tidak hanya ditentukan kemampuan individu, tetapi oleh komunikasi yang efektif, kepemimpinan yang baik, kepercayaan antaranggota tim, dan komitmen yang sama terhadap keselamatan," ujar Periyadi.
Seluruh peserta diajak untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, menunjukkan kemampuan tim masing-masing, dan berkompetisi dengan semangat sportif dan profesional.
Komentar (0)