Jakarta: Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) mulai merevitalisasi Galeri Nasional (Galnas). Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menilai langkah ini untuk memperkuat ekosistem seni rupa sekaligus memperluas akses publik terhadap karya para maestro Nusantara.
"Seni budaya dan ekspresi budaya adalah wajah Indonesia dan wajah para seniman kita, maka rumahnya pun harus representatif. Mudah-mudahan nanti Galeri Nasional Indonesia akan menjadi cultural enclave atau kantong budaya yang banyak didatangi pengunjung," kata Fadli Zon dalam keterangan tertulis, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Baca Juga :
Menbud Fadli Zon Dorong Pendidikan Batik Masuk Muatan Lokal SekolahFadli menegaskan, pembenahan Galnas bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya meningkatkan edukasi sejarah seni bagi generasi muda. Galnas dirancang menjadi etalase peradaban yang menampilkan keberagaman kekayaan budaya bangsa.
"Melalui revitalisasi ini, kita memperluas akses terhadap karya-karya maestro Nusantara. Selama ini masih banyak karya hebat yang perlu dipamerkan, seperti karya Raden Saleh, Basuki Abdullah, hingga pelukis asing yang merekam budaya Indonesia," ujar Fadli.
Revitalisasi Galeri Nasional. FotoL Istimewa.
Ia memastikan proses perbaikan fasad dan interior tetap menjaga keaslian nilai historis bangunan. Seluruh pengerjaan dilakukan hati-hati sesuai prinsip pelestarian cagar budaya agar tidak merusak karakter asli kawasan.
"Warisan budaya perlu dijaga keasliannya sehingga memerlukan waktu yang cukup. Bentuk dan nilainya dijaga agar tidak rusak dan tetap penuh harmoni," tegas Fadli.
Langkah ini juga menjadi bagian dari amanat Presiden Prabowo Subianto dalam memajukan ekosistem kebudayaan nasional melalui pembenahan museum dan cagar budaya di seluruh Indonesia.





Komentar (0)