Jakarta: Gaya busana pemuda Indonesia terus mengalami perubahan seiring perkembangan zaman. Pakaian menjadi bagian dari perjalanan sosial dan budaya generasi muda mulai dari masa pergerakan nasional hingga era digital.
Pada masa pergerakan nasional, pakaian menjadi salah satu penanda identitas dan status sosial. Sejumlah tokoh pergerakan menggunakan setelan bergaya Barat, seperti kemeja, jas, dan dasi. Peci juga dikenakan oleh sejumlah tokoh sebagai bagian dari identitas kebangsaan.
Baca Juga :
Bahasa Indonesia Jadi Simbol Persatuan BangsaSeragam Sekolah Jadi Identitas Pelajar
Pascakemerdekaan, seragam sekolah berkembang sebagai salah satu penanda identitas pelajar. Penggunaan seragam juga berkaitan dengan upaya membangun kedisiplinan dan menciptakan kesetaraan di lingkungan pendidikan, sehingga perbedaan latar belakang sosial tidak terlalu ditonjolkan melalui pakaian.
Pengaturan warna seragam sekolah semakin terstandardisasi pada masa pemerintahan Orde Baru. Pada 17 Maret 1982, aturan seragam berdasarkan jenjang pendidikan mulai diberlakukan, yakni merah putih untuk sekolah dasar, biru putih untuk sekolah menengah pertama, serta putih abu-abu untuk sekolah menengah atas.
Kombinasi warna tersebut kemudian dikenal luas dan menjadi identitas pelajar Indonesia. Hingga kini, seragam sekolah tetap digunakan sebagai penanda jenjang pendidikan sekaligus pembeda antara aktivitas belajar dan kegiatan sehari-hari.
Tren Busana Terus Berubah
Memasuki dekade 1960-an hingga 1990-an, gaya busana anak muda semakin beragam. Perkembangan mode turut dipengaruhi perubahan sosial serta masuknya budaya dari luar, salah satunya celana jins sebagai bagian dari cara anak muda mengekspresikan identitas.
Perkembangan media massa, majalah, televisi, dan industri mode juga memperluas pilihan gaya berpakaian. Busana kasual, seperti kaus, jaket, hingga sepatu olahraga, semakin banyak digunakan dalam keseharian generasi muda.
Tren busana juga mengalami perubahan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Sejumlah gaya yang pernah populer dapat kembali digunakan dengan sentuhan berbeda, mengikuti selera dan perkembangan budaya populer.
Ilustrasi mode pakaian masa kini. Foto: Antara. Media Sosial Percepat Perkembangan Mode
Memasuki era digital, tren busana menyebar semakin cepat melalui media sosial. Anak muda dapat mengenal gaya berpakaian dari berbagai negara, mengikuti perkembangan mode global, hingga memadukan pakaian modern dengan unsur lokal.
Beragam gaya kini berkembang di kalangan pemuda Indonesia, mulai dari busana kasual dan streetwear hingga pakaian yang memadukan unsur tradisional dan modern. Pilihan tersebut memberikan ruang bagi generasi muda untuk menampilkan selera dan identitas personal.
Meski tren busana terus berubah, seragam sekolah tetap memiliki fungsi sebagai identitas lembaga pendidikan. Sementara itu, gaya berpakaian di luar sekolah memberikan keleluasaan bagi anak muda untuk mengekspresikan diri.
Perjalanan busana pemuda Indonesia menunjukkan bahwa pakaian tidak sekadar menjadi kebutuhan sehari-hari. Perubahan gaya berpakaian juga mencerminkan dinamika sosial, pengaruh budaya, dan cara generasi muda membangun identitas dari masa ke masa.
(Metrotvnews.com/M. Azri Arifin)





Komentar (0)