Olahraga padel kian diminati masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah Jakarta. Permainan raket ini kini mulai bertransformasi, dari yang semula digemari sekadar karena mengikuti tren atau fenomena fear of missing out (FOMO), kini beralih menjadi wadah kompetisi yang serius dan terstruktur.
Pergeseran minat tersebut tecermin dalam turnamen padel yang digelar di SVA Padel Senayan, Jakarta, pada Sabtu sore. Turnamen ini diikuti oleh 64 peserta yang terbagi ke dalam 32 tim pada nomor ganda campuran. Menariknya, ajang ini tidak hanya diikuti oleh pemain lokal, tetapi juga menarik minat sejumlah peserta mancanegara.
Mengusung konsep padel party, ajang ini memadukan aktivitas olahraga dan hiburan dalam balutan kompetisi. Para peserta mengapresiasi sistem turnamen yang dinilai tertata rapi, terutama dalam hal kejelasan pembagian kategori dan tingkatan (level) keterampilan pemain.
Baca Juga :
Rekrut Talenta Terbaik, Sahroni Ingin Padel Indonesia Berprestasi di Kancah Internasional
Melihat ekosistem olahraga padel yang kian berkembang di Ibu Kota, pihak penyelenggara berencana mengadakan turnamen serupa secara rutin setiap bulan. Direktur Utama SVA Padel, Ronny Herliantho, menjelaskan bahwa turnamen ini dirancang dari pagi hingga sore hari, kemudian ditutup dengan acara kebersamaan yang menyenangkan sekaligus menyehatkan.
"Tujuan kami dari segi komunitas ingin menggaet seluruh komunitas, serta menunjukkan bahwa padel ini sebenarnya olahraga yang sangat sportif dan sangat sehat," ujar Ronny dalam tayangan Metro Sport Metro TV, Sabtu, 24 Oktober 2026.





Komentar (0)