KLH dan MUI Perkuat Gerakan Tobat Ekologis untuk Pulihkan Lingkungan

republika.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA — Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) berkolaborasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk memperkuat gerakan Tobat Ekologis sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga dan memulihkan lingkungan di tengah meningkatnya ancaman bencana ekologis.

“Memuliakan lingkungan itu adalah gerakan bersama. Pemerintah hanya salah satu bagian di dalamnya. Karena itu, pemerintah perlu bersama-sama dengan MUI, sebab persoalan lingkungan juga menyangkut kesadaran dan religiusitas,” ujar Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat saat menyambangi Kantor MUI di Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Baca Juga
  • Momen Diduga Pelari Kena CoT di JRF Paksa Ambil Medali
  • Semangat Ribuan Pelari Warnai Jakarta Running Festival 2026
  • Pasokan Gas Dipangkas Indonesia, Begini Langkah Otoritas Singapura

Jumhur mengatakan, upaya memuliakan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran masyarakat, organisasi keagamaan, dan dunia usaha.

Ia menjelaskan nilai-nilai agama dapat menjadi landasan penting untuk membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian alam. Melalui kolaborasi dengan MUI, KLH berharap pandangan keagamaan, khususnya ajaran Islam, dapat memperkuat gerakan perlindungan dan pemulihan lingkungan.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Menurut Jumhur, gerakan Tobat Ekologis bertumpu pada tiga prinsip utama, yakni mengakui kesalahan yang telah dilakukan terhadap lingkungan, berkomitmen untuk tidak mengulanginya, serta melakukan langkah nyata untuk memulihkan kerusakan yang terjadi.

Prinsip tersebut, kata dia, berlaku bagi seluruh pihak, baik individu, organisasi, perusahaan maupun pemerintah, sesuai dengan tanggung jawab dan kewenangan masing-masing. Pada tingkat pemerintahan, Tobat Ekologis dapat diwujudkan melalui pembenahan regulasi yang belum memadai serta penguatan pengawasan terhadap kegiatan yang berpotensi merusak lingkungan.

“Kalau seharusnya ada regulasi yang mengatur agar masyarakat tertib terhadap lingkungan, tetapi belum dibuat, maka sekarang harus dibuat. Begitu juga pengawasan yang seharusnya dilakukan secara ketat, tetapi belum optimal, harus diperbaiki,” kata dia.

Asap membubung dari lokasi kebakaran hutan di Gunung Sumbing wilayah Garung, Kalikajar, Wonosobo, Jawa Tengah, Selasa (20/10/2026). BPBD setempat menyatakan kebakaran hutan di Gunung Sumbing diketahui pada Senin (19/10/2026) sekitar pukul 15.00 WIB dan terus meluas hingga mendekati wilayah Temanggung akibat sulitnya proses pemadaman, medan yang terjal, serta tiupan angin kencang. - (ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Penanaman 1.997 pohon perkuat kepedulian lingkungan di Deli Serdang
• 21 jam lalu
0
thumb
Kode Merah bagi Orangutan di Indonesia
• 5 jam lalu
0
thumb
Puluhan Ribu Rumah di Taiwan Tak Dapat Listrik Imbas Topan Champi
• 10 jam lalu
0
thumb
Mendadak Ikut Soroti Gibran, Hasto PDIP dan 150 Guru Besar Disebut Ade Armando Penumpang Gelap
• 11 jam lalu
0
thumb
Polisi kerahkan sonar-drone cari korban kapal tenggelam di Labuan Bajo
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.