Mengenal Red String Theory, Kepercayaan tentang Jodoh Menurut Budaya Jepang dan Tiongkok

beautynesia.id
7 jam lalu
Cover Berita

Berbicara tentang jodoh memang tak pernah ada habisnya. Pembahasannya selalu menarik karena jodoh sendiri sangat misterius, tidak bisa ditebak siapa orangnya, kapan dia akan hadir, serta menyangkut harapan akan masa depan.

Menariknya, ada sebuah kepercayaan mengenai adanya benang merah tak kasat mata yang menghubungkan dua orang yang memang ditakdirkan untuk bertemu. Kedengarannya romantis sekaligus misterius kan, Beauties?

Kepercayaan mengenai jodoh ini dikenal dengan ‘Red String Theory’ atau teori benang merah, yang begitu populer di Jepang dan China. Ketika pertemuan dua orang terasa seperti sudah direncanakan oleh semesta.

Lantas, apa itu ‘Red String Theory’ sebenarnya? Apakah teori ini benar adanya? Dikutip dari detikJateng, berikut rangkuman informasinya.

(ria/ria)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Stres Finansial Bisa Ganggu Kesehatan, Bank Jakarta Ajak Warga Atur Prioritas
• 2 jam lalu
0
thumb
RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, Ini Rinciannya
• 16 jam lalu
0
thumb
Muncul Fenomena Spare Part Kipas Angin China Serbu Glodok
• 5 jam lalu
0
thumb
Profil dan Rekam Jejak Reno Munz, Eks Bayer Leverkusen yang Disebut Jadi Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia
• 13 jam lalu
0
thumb
Cuaca Panas Bikin Gerah? Ini 5 Brand Activewear yang Bisa Jadi Pilihan Beauty!
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.