Grid.ID - Setelah menghilang selama dua hari, bocah 7 tahun ditemukan tewas di dalam sumur di Bogor. Sebelumnya, korban sempat terlihat bersama nenek-nenek ke arah makam. Kondisi sumur juga menjadi sorotan karena dalam posisi tertutup saat jasad ditemukan.
Seorang anak laki-laki berinisial FA (7) dilaporkan hilang sejak Rabu (21/10/2026) lalu. Kedua orangtua korban kebingungan mencari anaknya yang tak kunjung pulang setelah pergi main.
Nahas, dua hari kemudian, Jumat (23/10/2026) sekitar pukul 15.30 WIB, FA ditemukan telah meninggal dunia di dalam sebuah sumur hingga membuat warga geger. Jasad FA ditemukan tengkurap di dasar sumur sedalam 10 meter yang lokasinya tak jauh dari rumah korban, di kawasan Perumahan Villa Permata Mas, Desa Bojongnangka, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Sebelum bocah 7 tahun ditemukan tewas di dalam sumur, pihak keluarga dan warga sekitar telah melakukan pencarian. Tim kepolisian pun telah turun untuk melakukan penyisiran di sekitar lokasi setelah mendapat laporan orang hilang.
Saat pencarian berlangsung, salah seorang warga berinisial R, mengungkap kecurigaannya pada sebuah sumur yang tertutup beton. Selama dua hari pencarian, sumur tersebut luput dari pencarian warga.
"Saat kegiatan berlangsung, seorang saksi berinisial R menghampiri petugas dan menyampaikan kecurigaannya terhadap sebuah sumur yang berada di Balai RW 18," kata Kapolsek Gunungputri, Kompol Hillal Adi Imawan, dikutip dari TribunnewsBogor.com.
"Kecurigaan tersebut muncul karena sumur itu belum pernah diperiksa oleh warga selama proses pencarian orang hilang yang telah berlangsung sejak Rabu dan Kamis," imbuhnya.
Benar saja, petugas kemudian mendatangi lokasi dan membuka penutup sumur tersebut. Di dalamnya, tampak seorang bocah dalam posisi tengkurap di dasar sumur sedalam 10 meter.
"Setelah penutup sumur dibuka, petugas mendapati seorang anak berada di dalam sumur dengan kedalaman sekitar 10 meter, dalam posisi tengkurap," kata Kapolsek.
Kepolisian kemudian berkoordinasi dengan Damkar Gunungputri untuk melakukan evakuasi. Proses evakuasi memakan waktu sekitar 30 menit.
Warga sekitar pun tampak berkerumun untuk menyaksikan jalannya evakuasi. Sementara itu, pihak keluarga tak kuasa menahan tangis pilu selama proses evakuasi berlangsung.
Setelah jasad FA berhasil diangkat keluar, jasad korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. Pihak keluarga juga telah menolak untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.
"Setelah berhasil diangkat dari dalam sumur, jasad korban dibawa untuk diserahkan kepada pihak keluarga," katanya.
"Berdasarkan informasi yang diperoleh, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi. Selanjutnya, korban dimakamkan di pemakaman Inkopad, Depok," imbuhnya.
Sementara itu, pihak kepolisian juga telah melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) dan telah dipasangi garis polisi. Petugas juga telah mengambil dokumentasi serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi dan menelusuri rekaman CCTV.
Kondisi Sumur Jadi Sorotan
Lokasi bocah 7 tahun ditemukan tewas di dalam sumur hanya berjarak sekitar 200 hingga 300 meter dari rumah korban. Sumur tersebut berada di pinggir jalan yang ramai dilalui oleh kendaraan setiap harinya.
Di seberang sumur juga terdapat deretan rumah-rumah warga yang menghadap ke arah sumur.
Sumur tersebut tampak ditutup oleh beton dan sebagian celahnya ditutup oleh pelat besi berbentuk persegi. Di atasnya terdapat sebuah mesin air.
Kepala Desa Bojong Nangka, Amir Arsyad membenarkan bahwa jenazah FA ditemukan di dalam sumur yang tertutup beton. Ia pun tak mau suuzon dengan kondisi sumur tersebut dan mengaku bersyukur jenazah korban telah ditemukan.
"Sudah berikhtiar (ditemukan) masih di lokasi ini, hari ketiga ada sumur di samping balai RW 18," kata Amir.
"Sumur sih tertutup yah, kita nggak suuzon yah, nggak gimana-gimana. Alhamdulillah syukur sudah ditemukan," imbuhnya.
"Saya tidak bisa bicara janggal atau tidak. Hari ini kita bersyukur sudah tiga hari mencari," lanjutnya.
Sementara itu, tetangga korban bernama Nitha Wijaya, menemukan adanya perbedaan sebelum dan sesudah bocah 7 tahun tersebut ditemukan. Menurutnya, awalnya sumur dalam kondisi terbuka.
"Posisi ketika korban terperosok kedalam sumur memang keadaan sumur tidak tertutup," tulis Nitha di akun Thread.
Ia pun menduga, salah seorang warga berinisiatif menutup sumur tersebut agar lebih aman. Dirinya juga menambahkan bahwa warga kemungkinan sudah mencari ke dalam sumur, namun jasad korban belum mengambang dan membuatnya tidak terlihat.
"Mungkin ada beberapa warga yang melihat sumur terbuka langsung ditutup dan Ketika proses pencarian sebelumnya warga sudah sempat mencari didalam sumur itu namun karena posisi korban masih didasar belum mengambang jadi tidak ketahuan dan terlihat," katanya.
Terekam CCTV Dibawa Nenek-nenek ke Arah Makam
Sebelum bocah 7 tahun ditemukan tewas di dalam sumur di Bogor, terungkap fakta lain yang tak kalah mengejutkan. FA disebut sempat dibawa oleh seorang wanita paruh baya menuju ke arah makam.
Bocah laki-laki tersebut terakhir kali terlihat mengenakan baju lengan pendek warna biru. Warga sekitar menuturkan bahwa FA sempat terlihat di kamera pengawas sekitar pukul 17.00 - 18.00 WIB.
Seorang warga bernama Muji, menyebut bahwa FA saat itu tengah berjalan kaki bersama seorang nenek-nenek menuju ke arah Tempat Pemakaman Umum (TPU) Mencos, yang tak jauh dari perumahan tempat korban tinggal.
"Sekitar jam 5 sampai 6 sore, berdasarkan CCTV, terlihat anak itu dibawa nenek-nenek ke arah makam," ujarnya.
Pencarian bocah hilang ini pun sempat viral di media sosial. Sejumlah akun Threads memposting foto korban dengan pengumuman orang hilang.
Sempat Pamit Main dengan Kakak
Sebelum menghilang, FA rupanya sempat pamit untuk pergi main bersama kakaknya di lapangan Balai RW yang berlokasi di dekat rumah, pada Rabu (21/10/2026). Namun sekitar pukul 17.30 WIB, kakak FA justru pulang ke rumah seorang diri tanpa sang adik.
"Kakaknya pulang ke rumah seorang diri. Saat ditanyakan oleh ibunya, adiknya (Fathan) diketahui belum kembali," kata Kapolsek Gunungputri, Kompol Hillal Adi Imawan, dikutip dari Kompas.com.
Sejak saat itu, FA menghilang dan tak kunjung pulang ke rumah. Keluarga bersama Bhabinkamtibmas Desa Bojong Nangka dan warga kemudian melakukan pencarian di sekitar perumahan dan TPU Karanggan.
Namun pencarian tersebut tak membuahkan hasil dan pihak keluarga pun melaporkan hilangnya sang anak ke Polres Bogor. Nahas, pencarian ini berakhir dengan kabar duka.
Bocah 7 tahun ditemukan tewas di dalam sumur setelah dua hari menghilang. Tim gabungan kemudian mengeluarkan jasad korban dari dalam sumur. (*)
Artikel Asli





Komentar (0)