JAKARTA, DISWAY.ID - Ketegangan antara Iran dan Israel kembali memanas setelah seorang anggota parlemen Iran mengeluarkan ancaman untuk menyerang fasilitas nuklir Dimona milik Israel jika fasilitas nuklir Iran di Pickaxe Mountain menjadi sasaran serangan.
Pernyataan tersebut menambah kekhawatiran terhadap potensi meluasnya konflik di Timur Tengah, terutama jika fasilitas strategis kedua negara ikut terlibat.
Ancaman itu disampaikan anggota parlemen Iran, Bakhshayesh Ardestani, pada Jumat (23/10/2026), sebagaimana dikutip Hormuz Letter. Ia menegaskan bahwa Teheran akan mempertimbangkan serangan balasan terhadap Dimona apabila fasilitas nuklir Iran diserang.
"Jika Pickaxe Mountain diserang, Iran juga akan menyerang Dimona," kata Ardestani.
Pernyataan tersebut menunjukkan kerasnya sikap Iran dalam menghadapi ancaman terhadap fasilitas strategisnya. Namun, pernyataan seorang anggota parlemen tidak dengan sendirinya menjadi bukti bahwa keputusan operasional untuk melancarkan serangan telah ditetapkan.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Meledak! Brent Tembus 115 Dolar AS per Barel, Konflik Iran-AS Bikin Pasar Ketar-ketir
Fasilitas Dimona sendiri dikenal luas karena berkaitan dengan program nuklir Israel. Sementara itu, ancaman terhadap Pickaxe Mountain menambah perhatian internasional terhadap keamanan fasilitas nuklir di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara.
Jika ancaman tersebut berkembang menjadi aksi militer nyata, risikonya tidak hanya menyangkut kerusakan fasilitas strategis, tetapi juga kemungkinan eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan.
Ketegangan semakin menjadi sorotan setelah kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, dilaporkan memublikasikan sebuah berkas berjudul Front Baru Akan Dibuka.
Menurut laporan Tasnim News, berkas tersebut menampilkan gambar reaktor Dimona dengan tulisan "SEGERA". Publikasi ini dinilai memperkuat pesan peringatan Iran kepada Israel di tengah situasi keamanan yang belum stabil.
Meski demikian, gambar dan pesan tersebut belum dapat dipastikan sebagai pengumuman resmi mengenai waktu maupun rencana serangan.
Pesan bernada ancaman juga perlu dibedakan dari keputusan militer yang benar-benar dilaksanakan.
Di tengah situasi yang sensitif, setiap pernyataan mengenai fasilitas nuklir berpotensi memengaruhi kalkulasi keamanan kedua negara.
Ancaman terhadap infrastruktur strategis dapat memicu respons balasan dan meningkatkan risiko salah perhitungan militer.
Karena itu, perkembangan hubungan Iran dan Israel terus menjadi perhatian, terutama jika retorika ancaman diikuti pergerakan militer atau serangan terhadap fasilitas penting.
- 1
- 2
- 3
- »






Komentar (0)