Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) meluncurkan Sunshine Daycare di UniRes Putri UMY, Kamis (22/10), untuk membantu dosen dan tenaga kependidikan mengasuh anak di tengah aktivitas kerja. Fasilitas ini juga terbuka bagi masyarakat umum dan dirancang untuk mendukung tumbuh kembang anak sejak usia dini.
Bendahara Badan Pembina Harian (BPH) UMY, Muhammad Ikhwan Ahada, mengatakan pendidikan perlu diperkuat sejak usia dini untuk membentuk generasi yang mampu berkontribusi bagi kemajuan peradaban.
“Kalau kita ingin menjadi nakhoda peradaban, prosesnya harus dimulai sekarang. Kita perlu membangun pendidikan yang unggul dan berkemajuan secara konsisten,” ujar Ikhwan dalam peluncuran Sunshine Daycare, Kamis (22/10).
Gagasan penyediaan daycare ini berawal dari aspirasi dosen dan tenaga kependidikan UMY sekitar 17 tahun lalu. Mereka membutuhkan tempat pengasuhan yang dekat dengan lokasi kerja agar tetap dapat menjalankan kegiatan mengajar dan penelitian.
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya UMY, Dyah Mutiarin, mengatakan layanan tersebut disediakan untuk menjawab kebutuhan pengasuhan di lingkungan kampus sekaligus memberi akses kepada masyarakat umum.
“Sunshine Daycare hadir untuk menjawab kebutuhan pengasuhan anak bagi civitas academica UMY. Kami juga membuka kesempatan bagi masyarakat umum untuk memanfaatkan layanan ini,” ujar Dyah.
Sunshine Daycare menyediakan pengasuhan dasar, stimulasi perkembangan anak, dan pembiasaan nilai-nilai Islami. Fasilitas pendukungnya meliputi makanan bergizi, pemeriksaan kesehatan berkala, serta CCTV yang dapat dipantau orang tua.
Saat diluncurkan, daycare ini telah mengasuh 11 anak, dengan lima calon peserta dalam daftar tunggu. Kapasitasnya ditargetkan mencapai 20 anak. Operasionalnya didukung empat pengasuh utama, satu pengasuh lepas, dan satu tenaga administrasi.
Tarif pengasuhan ditetapkan sebesar Rp1,5 juta per bulan untuk bayi dan Rp1,2 juta per bulan untuk anak usia dua hingga empat tahun. Layanan ini terbuka bagi sivitas akademika UMY dan masyarakat umum, termasuk warga Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.
Salah satu orang tua yang memanfaatkan layanan ini adalah Rhafidilla Vebrynda, dosen UMY yang menitipkan anak kembarnya, Bima dan Bumi. Ia menilai lokasi daycare di dalam kampus memudahkan akses dan membuatnya merasa lebih tenang saat bekerja.
“Lokasi yang berada di dalam kampus membuat akses menuju daycare lebih praktis. Lokasinya yang dekat juga memberikan rasa aman dan membantu orang tua menjalankan pekerjaan dengan lebih tenang,” ujar Rhafidilla.






Komentar (0)