Jakarta: Belajar bermain drum tidak harus dilakukan sendirian. Di Jakarta, komunitas Main Drum Bareng menghadirkan pengalaman belajar musik secara kolektif dengan mempertemukan para drummer dari berbagai usia dan tingkat kemampuan untuk berlatih bersama.
Komunitas ini terbuka bagi anak-anak, remaja, hingga orang dewasa, baik pemula maupun mereka yang sudah berpengalaman. Melalui konsep multi drum set up, para anggota dapat memainkan drum secara bersamaan sekaligus mengasah teknik dan kepekaan bermusik.
Founder Main Drum Bareng, Yoiqbal, mengatakan komunitas tersebut dibentuk karena ia melihat pentingnya kemampuan drummer untuk saling mendengarkan, terutama ketika bermain dalam sebuah band.
“Kalau misalnya kita main band, itu kan kita harus dengerin vokalis, dengerin gitaris, basis, kibordis. Nah, makanya itu gua bikin. Karena enggak semua orang bisa bertemu dengan instrumen lain, akhirnya gua pertemukan drummer sama drummer,” ujar Yoiqbal dalam tayangan Selamat pagi Indonesia Metro TV, Sabtu 24 Oktober 2026.
Menurutnya, bermain bersama juga dapat meningkatkan motivasi anggota untuk mengembangkan kemampuan. Ketika melihat peserta lain mampu memainkan teknik tertentu, anggota terdorong untuk terus belajar dan meningkatkan keterampilan mereka.
“Begitu melihat teman depannya bisa, itu dia jadi, ‘Wah, kayaknya gua harus bisa deh.’ Jadi motivasinya lebih semangat lagi ternyata belajar secara bareng-bareng begini,” katanya.
Baca Juga :
Metro Community: Komunitas Rangkul Tangan Hadirkan Ruang Belajar untuk Anak Marginal di JakartaPengalaman belajar bersama itu dirasakan Talita, salah satu anggota komunitas. Ia mengaku kembali belajar drum setelah cukup lama berhenti bermain. Melalui komunitas ini, Talita dapat mempelajari teknik secara langsung dari pengajar maupun anggota lain yang lebih berpengalaman.
“Seru, terus bisa sambil melihat, belajar tekniknya secara langsung dari guru dan dari teman-teman yang mungkin sudah pernah duluan belajar, sudah lebih bagus mainnya,” ujar Talita.
Ia juga merasakan manfaat dari koreksi langsung selama latihan, terutama untuk memperbaiki teknik bermain drum yang sebelumnya dipelajari secara mandiri.
Antusiasme mengikuti kegiatan ini juga terlihat dari peserta anak-anak. Yasa Ahmar, salah satu orang tua anggota, mengatakan dirinya mengajak sang anak bergabung agar semakin bersemangat mengembangkan minat bermain drum.
“Karena memang jika dia ada temannya, itu tambah semangat. Kan di sini main drumnya bareng ya, jadi banyakan. Dia tambah semangat nantinya. Jadi program ini kalau menurut saya bagus,” kata Yasa.
Selain menjadi tempat menyalurkan hobi, latihan bersama memberikan kesempatan bagi anggota untuk saling berbagi pengalaman dan belajar menyelaraskan ritme. Perbedaan kemampuan menjadi bagian dari proses belajar, sekaligus mendorong peserta untuk saling memperhatikan permainan satu sama lain.
Bagi masyarakat yang ingin mencoba pengalaman bermain drum bersama, komunitas Main Drum Bareng dapat ditemui di AB Studio, Gandaria, Jakarta Selatan.





Komentar (0)