Waspadai Efek Asap Karhutla pada Anak, Kenali Tanda Bahaya dan Langkah Daruratnya

suarasurabaya.net
2 jam lalu
Cover Berita

Paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi secara berkepanjangan tidak hanya mengancam kelompok dewasa, tapi juga memberikan dampak yang lebih fatal bagi anak-anak.

Kerusakan kesehatan akibat polusi asap ini, menurut dr. Amalia Setyati Pakar Respirologi Anak dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), ibarat fenomena gunung es. Yang mana, bahaya jangka panjangnya sering kali tidak disadari oleh para orang tua.

dr. Amalia menjelaskan bahwa anak-anak memiliki kerentanan yang jauh lebih tinggi dibandingkan orang dewasa ketika terpapar asap karhutla. Kerentanan ini dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yakni anatomi, fisiologi, dan sistem imunologi tubuh anak.

“Secara anatomi, saluran pernapasan anak masih sangat sempit dengan diameter rata-rata hanya sekitar 0,5 sentimeter. Kondisi ini membuat anak sangat berisiko mengalami penyumbatan jalan napas total apabila terjadi peradangan atau penumpukan lendir akibat menghirup partikel asap berbahaya,” katanya, dalam diskusi daring yang digelar Rumah Kapal Ksatria Airlangga (RSKKA) Universitas Airlangga (Unair), Sabtu (24/10/2026).

Dia menambahkan, dari sisi fisiologi laju, pernapasan anak cenderung lebih cepat dibandingkan orang dewasa. Akibatnya, volume polutan berbahaya yang terhirup ke dalam paru-paru mereka jauh lebih tinggi. Ditambah lagi, sistem kekebalan tubuh serta pembentukan kantong udara (alveoli) pada anak belum berkembang secara sempurna.

“Jika pembentukan kantong udara ini terganggu dan tidak ditangani hingga sembuh total, dampaknya bisa terbawa hingga anak tumbuh dewasa. Bahkan, paparan partikel halus PM 2.5 dapat mengganggu pasokan oksigenasi ke otak, yang berpotensi memicu gangguan kognitif pada tumbuh kembang anak,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, dampak kesehatan akibat asap karhutla terbagi menjadi dua fase. Dalam jangka pendek, anak akan langsung mengalami iritasi mata, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hingga serangan asma.

Sementara dalam jangka panjang, anak berisiko mengalami Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), gangguan kardiovaskular, penurunan fungsi kognitif, hingga risiko kanker.

Sehingga dia mengimbau agar para orang tua peka terhadap tanda-tanda bahaya darurat pada anak. Gejala seperti suara napas yang berbunyi (mengi), adanya tarikan dinding dada (retraksi) serta kembang-kempis cuping hidung saat bernapas menjadi petunjuk kuat bahwa anak mengalami kekurangan oksigen parah dan harus segera dilarikan ke IGD.

“Waspadai juga jika bibir, lidah, atau ujung jari anak mulai membiru, serta terjadinya penurunan kesadaran seperti anak tampak sangat lemas, gelisah, atau mengantuk yang tidak wajar. Ini adalah sinyal bahaya yang membutuhkan penanganan medis secepatnya,” tegasnya.

Apabila anak mulai menunjukkan gejala sesak napas di rumah, dr. Amalia meminta orang tua untuk melakukan langkah penanganan awal.

Di antaranya, segera evakuasi anak ke ruangan tertutup yang bersih dengan menyalakan air purifier atau AC, atur posisi tubuh anak setengah duduk (jangan telentang), serta tenangkan anak agar tidak panik. Karena, rasa panik hanya akan mempercepat laju pernapasan dan memperparah rasa sesak.

Adapun sebagai langkah preventif harian, orang tua diimbau memperketat kontrol lingkungan fisik rumah dengan menutup celah udara, membatasi aktivitas luar ruangan, memastikan anak mengenakan masker standar, serta mencukupi kebutuhan hidrasi air putih hangat dan nutrisi bergizi seimbang.(kir/bil/faz)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BMKG Pastikan Tak Ada Dampak Negatif OMC Dry Ice bagi Masyarakat
• 2 jam lalu
0
thumb
Kabut Asap Karhutla Selimuti Papua Selatan: Jarak Pandang Hanya 5 Meter | KOMPAS SIANG
• 3 jam lalu
0
thumb
Bocah 3,5 Tahun Menderita Gonore, Setelah Dicabuli Ayah Kandung yang Berprofesi sebagai Dokter
• 2 jam lalu
0
thumb
Zulkifli Hasan Ungkap Biaya Produksi Beras RI Capai Rp14.000 per Kg, Jauh Lebih Mahal dari Thailand dan Vietnam
• 23 jam lalu
0
thumb
Ambarawa Jadi Tuan Rumah Puncak Honda Bikers Day 2026
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.