Diduga Krisis Dana, Rumah Sakit di Hebei Gunakan Kertas Bekas yang Membocorkan Data Pribadi Pasien 

erabaru.net
1 jam lalu
Cover Berita

Baru-baru ini, seorang pengguna internet mengunggah video yang menyebutkan bahwa Rumah Sakit Pengobatan Tradisional Tiongkok Kota Qian’an, Provinsi Hebei, menggunakan kembali kertas yang bagian belakangnya tercetak dokumen diagnosis milik pasien lain. Praktik tersebut mengakibatkan kebocoran informasi pribadi pasien.

EtIndonesia.com Sejumlah dokter yang aktif membuat konten di media sosial juga mengungkapkan bahwa banyak rumah sakit sedang mengalami kekurangan dana yang serius. Banyak rumah sakit bahkan mewajibkan stafnya menghemat penggunaan kertas.

Video tersebut memperlihatkan selembar formulir permohonan pemeriksaan yang diterbitkan pada 20 Oktober. Di sisi belakang kertas itu tercetak salinan arsip surat keterangan diagnosis rawat inap bertanggal 27 Juli. Dokumen tersebut memuat secara lengkap informasi sensitif seorang pasien bermarga Chen, termasuk nomor kartu identitas, usia, tanggal masuk dan keluar rumah sakit, serta diagnosis penyakitnya.

Media Tiongkok daratan kemudian mengonfirmasi bahwa kejadian tersebut benar-benar terjadi.

Pihak Rumah Sakit Pengobatan Tradisional Tiongkok Kota Qian’an menjelaskan bahwa rumah sakit mendorong penggunaan kembali sisi belakang kertas bekas untuk mencetak dokumen demi menghemat biaya. 

Salinan arsip surat keterangan diagnosis tersebut, akibat “kurangnya ketelitian dalam proses penyortiran dan pemeriksaan”, tercampur dengan tumpukan kertas bekas dan akhirnya digunakan kembali untuk mencetak formulir lain.

Pihak rumah sakit menyatakan telah menghubungi pasien yang terdampak untuk berkomunikasi dan menyampaikan permintaan maaf.

Sejumlah tenaga medis mengungkapkan bahwa biaya bahan habis pakai, seperti kertas cetak dan cairan pembersih tangan, biasanya langsung dibebankan pada anggaran departemen atau memengaruhi penilaian kinerja. Karena itu, mencetak dokumen pada kedua sisi kertas, bahkan menggunakan kembali kertas bekas, telah menjadi praktik yang umum di banyak rumah sakit.

Berikut sejumlah komentar dari tenaga medis dan pengguna internet:

– “Setiap lembar kertas harus dihitung sebagai biaya departemen. Kalau departemen tidak punya uang, gaji dan bonus pun tidak bisa dibayarkan. Sungguh menyedihkan.”

– “Semuanya memang seperti ini. Bahkan air minum pun harus kami bayar sendiri. Setiap hari kami terus disuruh mematikan lampu dan komputer.”

– “Rumah sakit kami lebih parah dalam berhemat. Kertas yang sudah dicetak pada kedua sisinya pun tidak boleh dibuang, melainkan harus disimpan untuk keperluan lain.”

– “Sekarang rumah sakit di mana-mana sedang menghemat pengeluaran. Kertas cetak, cairan pembersih tangan, dan tisu pengering tangan sebisa mungkin tidak digunakan.”

– “Tahun ini saya dirawat di dua rumah sakit dan mendapati penghematan dilakukan sampai sejauh ini. Bahkan, di sebuah rumah sakit kelas III-A, setiap lembar hasil pemeriksaan yang dicetak dikenakan biaya 0,5 yuan.”

Seorang pengguna internet lainnya mengatakan, “Ketika ibu saya menjalani operasi dan dirawat di rumah sakit, pihak rumah sakit memberikan selembar kertas berisi petunjuk yang harus diperhatikan. Namun, di bagian belakangnya terdapat lembar hasil pemeriksaan pasien lain. Belakangan, dokter menuliskan daftar obat untuk ibu saya di bagian belakang kertas yang ternyata juga berisi rekam medis orang lain.”

Sebelumnya, seorang warga Tiongkok daratan mengungkapkan kepada NTD bahwa pemerintah daerah di bawah Partai Komunis Tiongkok (PKT) saat ini mengalami tekanan keuangan yang berat. Pemerintah daerah kemudian membebankan biaya kepada rumah sakit dan meminta rumah sakit menyetorkan uang ke kas pemerintah untuk membayar gaji pegawai negeri.

Dalam kasus lain, rumah sakit bahkan diminta meminjamkan uang kepada pemerintah untuk digunakan, sementara tanggung jawab atas pinjaman tersebut tetap dibebankan kepada pihak rumah sakit.

Dilaporkan oleh Li Li berdasarkan berbagai sumber / Editor Lin Qing


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kekuatan Gempa Vanuatu Direvisi Jadi M 6,9, Peringatan Tsunami Dicabut
• 4 jam lalu
0
thumb
Sabtu Berkah, Kapolda Metro Ajak Ojol Utamakan Keselamatan
• 32 menit lalu
0
thumb
Jendi Pangabean ingatkan junior tak cepat puas setelah raih emas
• 12 jam lalu
0
thumb
Viral Akun Medsos Diduga Agen AI, Komdigi Minta Platform Beri Label Akal Imitasi
• 23 jam lalu
0
thumb
Mundari Karya Ingatkan Isenmulang FC Waspadai Motivasi PSIM Yogyakarta
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.