Wakil Ketua Umum PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan keprihatinannya terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Ia mengatakan jajaran Nahdlatul Ulama turut mengirimkan bantuan sesuai kemampuan masing-masing.
Hal itu disampaikan Gus Ipul usai Pelantikan PBNU 2026-2031 di Pondok Pesantren Al Hamid, Cilangkap, Jakarta, Sabtu (24/10).
“Ya tentu PBNU prihatin. PBNU juga mengirim bantuan sesuai dengan kemampuan pengurus Nahdlatul Ulama di semua tingkatan,” kata Gus Ipul.
Ia mengatakan bantuan dikirimkan oleh jajaran NU sesuai kemampuan dan kebutuhan di lapangan.
“Kita ngirim bantuan-bantuan yang bisa kita kirim, ya,” ujarnya.
Gus Ipul berharap bencana karhutla menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk lebih bertanggung jawab dalam menjaga lingkungan.
“Tetapi secara umum, mudah-mudahan ini menjadi pembelajaran untuk kita semua. Mari kita semua turut bertanggung jawab, ya, setiap kita ikut bertanggung jawab,” kata Gus Ipul.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu ketenangan maupun merusak alam.
“Jangan sampai kita melakukan hal-hal yang bisa mengganggu ketenangan, bisa merusak alam kita. Itu himbauan dari PBNU,” ujarnya.
Selain memberikan bantuan, PBNU juga mendukung langkah tegas pemerintah dan kepolisian dalam menindak pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran terkait karhutla.
“Dan kita mendukung pemerintah bertindak tegas, ya, kita dukung kepolisian bertindak tegas menegakkan hukum,” kata Gus Ipul.
Menurutnya, setiap pihak yang terbukti bersalah harus diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Yang salah diproses, yang salah diadili. Mendukung sepenuhnya,” tegasnya.






Komentar (0)