Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin mengatakan penyusunan struktur PBNU masa khidmah 2026-2031 mempertimbangkan keterwakilan wilayah hingga antar-generasi.
Hal itu disampaikan Gus Kikin dalam pidatonya pada Pelantikan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama 2026-2031 di Pondok Pesantren Al Hamid, Cilangkap, Jakarta, Sabtu (24/10).
"Komposisi kepengurusan ini telah disusun dengan berusaha mempertimbangkan semua aspek keterwakilan, baik dari sisi kewilayahan maupun keterwakilan antar-generasi," kata Gus Kikin.
Gus Kikin mengatakan, pelantikan tersebut menjadi puncak dari rangkaian proses yang dimulai sejak Muktamar NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27-31 Agustus 2026.
"Ya, alhamdulillah pada pagi hari ini tiba sampai puncak daripada kegiatan-kegiatan PBNU yang dimulai dari muktamar yang ada di Tambakberas tanggal 27 sampai 31 Agustus yang lalu," ujarnya.
Menurut Gus Kikin, sejumlah proses telah dilalui setelah muktamar hingga akhirnya kepengurusan PBNU masa khidmah 2026-2031 dikukuhkan.
"Beberapa proses-proses telah kita jalani sampai kemudian tiba acara pada pagi hari ini yaitu pengukuhan," kata Gus Kikin.
Ia menjelaskan pengukuhan dilakukan setelah susunan kepengurusan dan surat keputusan disiapkan dalam beberapa hari terakhir.
"Pengukuhan dari hasil atau SK yang sudah disusun selama beberapa hari ini atas kepengurusan yang sudah terbentuk untuk Pengurus Besar Nahdlatul Ulama periode tahun 2026-2031," ujarnya.
Gus Kikin mengatakan terdapat sejumlah pertimbangan dalam menyusun komposisi kepengurusan PBNU untuk lima tahun ke depan.
"Penyusunan ini ada beberapa pertimbangan dari terbentuknya kepengurusan di tahun 2026-2031 ini," katanya.
Ia menegaskan struktur kepengurusan dibentuk dengan semangat kebersamaan dan ditujukan untuk kemaslahatan jam'iyyah serta jemaah Nahdlatul Ulama.
"Yang pertama, komposisi kepengurusan yang akan kami sampaikan ini disusun dengan semangat kebersamaan dan semata-mata ditujukan bagi kemaslahatan Jam'iyyah dan jemaah Nahdlatul Ulama," kata Gus Kikin.
Meski telah berupaya mengakomodasi berbagai unsur, Gus Kikin mengakui masih mungkin terdapat kekurangan dalam penyusunan kepengurusan tersebut.
"Dan jika ada kekurangan di satu atau dua sisi, semata-mata karena kita semua adalah manusia yang penuh dengan keterbatasan," ujarnya.






Komentar (0)