Melania Trump Perantarai Gencatan Senjata Rusia-Ukraina untuk Bantu Warga Oleshky

kompas.tv
3 jam lalu
Cover Berita
Ibu Negara Amerika Serikat Melania Trump berbicara di Rose Garden, Gedung Putih, Washington, pada 19 Oktober 2026. (Sumber: AP Photo/Mark Schiefelbein, File)

WASHINGTON, KOMPAS.TV – Ibu Negara Amerika Serikat (AS) Melania Trump berhasil memediasi kesepakatan gencatan senjata lokal antara Rusia dan Ukraina di Kota Oleshky, wilayah Kherson yang diduduki Rusia. 

Kesepakatan ini bertujuan membuka jalan bagi pengiriman bantuan kemanusiaan dan evakuasi warga sipil.

Gencatan senjata tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada Selasa (27/10/2026), menjelang dimulainya misi kemanusiaan pada Kamis (29/10/2026). Jeda pertempuran akan berlangsung selama beberapa hari.

Oleshky merupakan kota di wilayah Kherson, Ukraina selatan, yang terdampak perang. Melania menyebut situasi di kota tersebut berada “di ambang bencana”.

Gedung Putih menyatakan, Melania memulai pembicaraan setelah mengetahui kondisi warga Oleshky dalam salah satu acara yang dihadirinya selama Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada September lalu.

Ia bersama seorang perwakilan kemudian bekerja langsung dengan para pemimpin Rusia dan Ukraina untuk merumuskan ketentuan gencatan senjata.

Ombudsman Ukraina sekaligus kepala negosiator negaranya, Dmytro Lubinets, mengatakan kesepakatan tersebut mencakup penghentian pertempuran, pengiriman bantuan kemanusiaan, dan pemberian akses bagi warga sipil yang ingin meninggalkan Oleshky.

“Operasi ini akan dilaksanakan secara bertahap dan sangat menantang untuk dijalankan,” kata Lubinets dalam pesan video yang diunggah secara daring.

Ia menambahkan, gencatan senjata akan berlaku di wilayah Kherson dan sejumlah daerah sekitarnya yang diperlukan untuk mendukung operasi kemanusiaan tersebut.

Baca Juga: Putin Siap Lanjutkan Perundingan Damai Trilateral Rusia-Ukraina pada November

Pembersihan Ranjau Sebelum Bantuan Dikirim

Lubinets mengatakan, langkah pertama dalam operasi tersebut adalah membersihkan ranjau di sepanjang jalur menuju Oleshky. Setelah itu, bantuan kemanusiaan akan dikirim dan evakuasi warga sipil diatur.

Ia tidak merinci mekanisme pemantauan maupun pelaksanaan gencatan senjata karena sensitifnya proses negosiasi.

“Ketika Melania Trump mengetahui situasi di Oleshky, proses negosiasi dimulai di bawah koordinasinya,” ujar Lubinets.

Menurut dia, para pihak telah membahas berbagai usulan dan mekanisme selama beberapa pekan untuk membantu warga sipil bertahan di tengah kondisi yang memburuk.

Rusia Turut Mengonfirmasi Kesepakatan Tersebut

Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia, Jenderal Valery Gerasimov, mengatakan pasukan Rusia akan menghentikan tembakan di wilayah Kherson mulai pukul 04.00 waktu Moskow pada Selasa, atau Senin malam waktu Amerika Serikat.

Penghentian tembakan dilakukan sehubungan dengan operasi kemanusiaan di sekitar Oleshky. Pasukan Rusia juga akan melakukan pengintaian teknis untuk memastikan konvoi bantuan dapat bergerak dengan aman menuju kota tersebut.

Baca Juga: Kapal Tanker Pertama Pengangkut Solar Rusia Berlayar ke AS, Ukraina Protes

Ombudsman Hak Asasi Manusia Rusia, Yana Lantratova, yang mengaku terlibat dalam negosiasi, mengatakan prioritas awal adalah mengidentifikasi kebutuhan warga dan mengatur pengiriman makanan, obat-obatan, produk kebersihan, serta kebutuhan pokok lainnya.

Ia menambahkan, jalur aman akan disediakan bagi warga yang ingin meninggalkan zona pertempuran, dengan syarat gencatan senjata dipatuhi dan kondisi aman bagi kendaraan kemanusiaan dapat dipastikan.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyampaikan apresiasi Moskow kepada Melania Trump. Menurut dia, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump baru-baru ini juga membahas upaya tersebut.

Namun, Peskov tidak menjelaskan apakah warga yang dievakuasi akan dibawa ke wilayah yang dikuasai Rusia atau Ukraina.

PBB Sambut Kesepakatan Gencatan Senjata

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyambut baik pengumuman kesepakatan tersebut.

Melalui juru bicaranya, Stéphane Dujarric, Guterres berharap penghentian pertempuran secara lokal itu dapat menjadi langkah awal menuju gencatan senjata segera, menyeluruh, dan tanpa syarat.

Ia juga berharap upaya tersebut dapat mengarah pada perdamaian yang komprehensif, adil, dan berkelanjutan di Ukraina sesuai dengan hukum internasional.

Sementara itu, Presiden Donald Trump mengatakan penyelamatan anak-anak menjadi fokus utama Melania dalam berbagai upaya kemanusiaan di wilayah konflik.

Melania menjadikan perlindungan anak-anak yang terdampak konflik sebagai salah satu isu utama selama masa jabatan kedua suaminya. Ia sebelumnya pernah menulis surat kepada Putin mengenai upaya mempertemukan kembali keluarga dengan anak-anak yang terpisah akibat perang.

Penasihat senior Melania, Marc Beckman, mengatakan upaya tersebut telah membantu menyatukan kembali hampir tiga lusin anak dengan keluarga mereka.

“Apa yang ingin dia lakukan adalah menyelamatkan anak-anak, dan itulah fokusnya,” kata Donald Trump seperti dikutip dari The Associated Press.

 

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Tussie Ayu Editor : Gading-Persada

Sumber : The Associated Press

Tag
  • melania
  • trump
  • gencatan
  • senjata
  • rusia
  • ukraina
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Preorder iPhone Duo di Indonesia Ludes, Harga Tembus Rp76 Juta
• 19 jam lalu
0
thumb
Kopi Indonesia Curi Perhatian di Jepang, Rasa Robusta Disebut Mirip Arabika hingga Buka Peluang Ekspor
• 1 jam lalu
0
thumb
DPR Desak Bea Cukai Bongkar Jaringan Narkoba Sampai ke Pemodal
• 20 jam lalu
0
thumb
Jangan Sampai Terlewat! Ini Deretan Beasiswa Luar Negeri Akhir Tahun 2026: Ada Fully Funded ke Kanada, Jepang, hingga AS
• 9 jam lalu
0
thumb
Tak Masuk Rencana AC Milan, Warren Bondo Dilirik Bologna dan Berpeluang Hengkang pada Januari
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.