Duh! Pasien Gangguan ISPA di Wilayah Terdampak Karhutla Melonjak!

okezone.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA - Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) menyebut ada lonjakan pasien rawat jalan gangguan infeksi saluran pernapasan (ISPA) di fasilitas layanan kesehatan terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ketua Umum ARSSI, Iing Ichsan Hanafi menjelaskan, rumah sakit di bawah ARSSI selalu berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan organisasi profesi di wilayah terdampak karhuta. Saat ini, faskes telah melakukan tindakan preventif bagi para nakes di wilayah terdampak karhutla.

"Ada beberapa rumah sakit juga memberikan multivitamin ke para tenaga kesehatan, sehingga mereka juga mampu melindunginya, sehingga mereka juga mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat," ujar Iing saat ditemui Okezone di PB IDI, Jakarta Pusat, Sabtu (24/101/2026).

Baca Juga :
BNPB: 2.431 Hektare Lahan Karhutla di Sumatera Masih dalam Penanganan

"Untuk tingkat kunjungan memang kita akui, kunjungan rawat jalan cukup banyak terkait dengan kasus-kasus ISPA. Selama ini sih bisa diatasi seperti biasa. Jadi tidak terlalu signifikan untuk lonjakan-lonjakan," tutupnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Slamet Budiarto memastikan, layanan kesehatan di wilayah terdampak karhutla tidaklah terdampak. Hal itu dilandasi karena para nakes telah melakukan upaya preventif dari paparan asap karhutla.

Baca Juga :
Komnas HAM Kantongi Temuan Awal Karhutla, Hasilnya Segera Diumumkan

"Karena kami kan bekerja, tenaga medis menggunakan masker N95. Kita melakukan tugas setiap hari melayani masyarakat dan di IDI cabang, IDI wilayah, kami IDI aktif membagi masker untuk masyarakat," ucap Slamet.

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Sejarah Perempuan Harus Jadi Bahan Ajar Generasi Muda
• 17 jam lalu
0
thumb
Teknologi Pengolahan Sampah Langsung di Sumbernya Bisa Jadi Kunci Ekonomi Sirkular
• 20 jam lalu
0
thumb
Khofifah Bersama Kepala BNPB dan KSAD Gelar Rakor Penanganan Karhutla Jatim
• 21 jam lalu
0
thumb
Terungkapnya Lab Narkoba Terbesar Se-Indonesia
• 11 jam lalu
0
thumb
Pemprov Sumut: Neraca beras Sumut hingga Oktober surplus 27.633 ton
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.