John Hardy Gandeng Billie Eilish dan Finneas Rilis Koleksi Perhiasan Eksklusif

kumparan.com
10 jam lalu
Cover Berita

Perhiasan bisa menjadi bagian dari cara seseorang mengekspresikan diri, mulai dari memilih anting mungil untuk sehari-hari hingga kalung berukuran besar yang mencuri perhatian.

Bagi musisi Billie Eilish, aksesori juga menjadi ruang untuk mengeksplorasi gaya personalnya. Kali ini, ia membawa ketertarikannya pada perhiasan ke ranah desain bersama sang kakak sekaligus rekan bermusiknya, Finneas O’Connell.

Keduanya berkolaborasi dengan John Hardy, brand perhiasan mewah yang didirikan di Bali pada 1975 oleh desainer asal Kanada, John Hardy. Kolaborasi tersebut menghasilkan Billie Eilish & Finneas Collection, yang resmi diluncurkan pada 21 Oktober 2026.

Dalam proyek ini, Billie dan Finneas terlibat langsung bersama tim desain John Hardy di New York dan Bali, mulai dari pengembangan konsep hingga menentukan bentuk, proporsi, dan material perhiasan. John Hardy menyebut proses pengembangan koleksi ini berlangsung selama dua tahun.

Dua Lini yang Mewakili Karakter Berbeda

Billie dan Finneas menghadirkan dua lini dengan karakter desain yang kontras, yaitu Wildflower dan Screwball. Keduanya terinspirasi dari selera personal sang kakak beradik, yang memadukan desain lembut dengan bentuk yang lebih tegas.

Lini Wildflower mengambil inspirasi dari lagu Billie Eilish berjudul sama dalam album Hit Me Hard and Soft yang dirilis pada 2024. Koleksi ini menampilkan motif bunga dengan kelopak berukir dari perak sterling serta aksen berlian hasil laboratorium pada sejumlah desain.

Pilihannya mencakup anting stud, kalung liontin, gelang, hingga cincin yang dapat ditumpuk atau stacking rings.

Sementara itu, Screwball menghadirkan pendekatan yang lebih edgy melalui rantai perak berukuran besar, bentuk pahatan, dan detail yang terinspirasi dari aksesori tindik. Lini ini menawarkan kalung, gelang, serta cincin terbuka yang dapat dipadukan dengan perhiasan lain untuk menciptakan tampilan berlapis.

Perbedaan tersebut juga berkaitan dengan cara Billie mengenakan aksesori dalam kesehariannya. Dalam pernyataan yang dikutip sejumlah media, ia mengatakan bahwa dirinya cenderung memilih perhiasan yang lebih kecil untuk aktivitas sehari-hari, sedangkan saat tur ia menyukai perhiasan yang lebih tebal dan berukuran besar.

Melalui kolaborasi ini, kedua preferensi tersebut mendapat ruang dalam satu koleksi.

Terlibat Langsung dalam Proses Desain

Kolaborasi ini memberi Billie dan Finneas kesempatan untuk terlibat lebih jauh daripada sekadar tampil dalam kampanye sebuah brand. Keduanya bekerja bersama tim desain John Hardy untuk mengembangkan estetika, skala, dan proporsi setiap perhiasan hingga mencapai bentuk akhir.

Menurut John Hardy, salah satu gagasan utama koleksi ini adalah permainan kontras, seperti kelembutan dan kekuatan serta keseimbangan dan bentuk yang tidak simetris. "Pendekatan tersebut terlihat pada perbedaan antara kelopak bunga yang detail dalam lini Wildflower dan rantai pahatan berkarakter industrial pada Screwball," ujarnya.

Kampanye peluncuran koleksi ini turut menerjemahkan konsep tersebut secara visual. Billie dan Finneas tampil dalam rangkaian gambar yang direkam menggunakan film Super 8, dengan latar bunga serta permainan cahaya dan bayangan. Nuansa visualnya terasa intim dan artistik, sekaligus menonjolkan detail perhiasan yang dibuat dengan tangan.

Menggunakan Material Daur Ulang

Aspek keberlanjutan juga menjadi bagian dari koleksi ini. Menurut John Hardy, setiap perhiasan dibuat secara handmade menggunakan lebih dari 99 persen perak sterling daur ulang. Berlian hasil laboratorium atau lab-grown diamonds turut digunakan pada desain tertentu.

Penggunaan material tersebut sejalan dengan perhatian Billie dan Finneas terhadap isu keberlanjutan. Di sisi desain, pilihan material tetap memberi ruang bagi karakter kedua lini, mulai dari motif bunga yang lebih halus hingga rantai perak dengan tampilan kokoh.

Koleksi Billie Eilish & Finneas Collection mencakup kalung, gelang, cincin, dan anting dengan harga berkisar USD 195 hingga USD 2.400. Jika dikonversi menggunakan kurs perkiraan Rp 16.600 per dolar AS, harganya setara sekitar Rp 3,2 juta hingga Rp 39,8 juta. Koleksi ini tersedia melalui situs resmi John Hardy dan sejumlah peritel pilihan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tol Baru Ini Jadi Benteng Anti Kiamat di Pantura, Begini Progresnya
• 3 jam lalu
0
thumb
Marquez Kembali Pimpin Klasemen Setelah Menangi Sprint Australia
• 8 jam lalu
0
thumb
Iran Tiba-tiba Diguncang Ledakan Beruntun! Asap Hitam Membubung, Ada Apa di Selat Hormuz?
• 12 jam lalu
0
thumb
Bahlil Sebut Rencana Larang Ekspor Gas untuk Bangun Industri Petrokimia
• 14 jam lalu
0
thumb
Foto: Arus Lalu-lintas Jelang Konser Kanye West di GBK
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.